Mantra Expo 2025 Tetap Percaya Diri Meski Ekonomi Tidak Stabil

Mantra Expo 2025 Tetap Percaya Diri Meski Ekonomi Tidak Stabil

Pameran Bahan Bangunan dan Arsitektur Terbesar di DIY

Mantra Expo 2025, pameran bahan bangunan dan arsitektur terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), digelar pada Kamis (11/12/2025) di The Kasultanan Ballroom, Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Acara ini menjadi ajang penting bagi pelaku industri konstruksi dan desain untuk memperkenalkan produk terbaru serta berbagi ilmu melalui berbagai kegiatan.

Pembukaan acara ditandai dengan pukulan gong sebanyak tiga kali oleh Founder Mantra Expo, Henky Sampatti Huang, yang didampingi Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Acara ini tidak hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga menyediakan berbagai aktivitas seperti talkshow, workshop, dan demonstrasi produk. Selain itu, peserta berkesempatan mendapatkan e-sertifikat dengan nilai KUM 10 bagi arsitek berlisensi.

Antusiasme Peserta yang Tinggi

Henky Sampatti Huang mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Ia menyebutkan bahwa sebanyak 2.000 peserta telah mendaftar untuk mengikuti acara tersebut. Tahun depan kita ingin menggelar lebih menarik dan lebih besar lagi, ujarnya.

Menurut Henky, penyelenggaraan Mantra Expo 2025 bukan tanpa tantangan. Ia menyebutkan bahwa acara ini berlangsung di tengah situasi ekonomi yang sedang tidak baik. Namun, ia menekankan pentingnya pameran ini karena Yogyakarta dianggap tertinggal dua tahun dalam tren desain dibandingkan Ibu Kota.

Di pameran ini banyak dipamerkan produk dan teknologi terbaru, tambahnya. Henky juga memastikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan rencana untuk event tahun depan pada pertengahan 2026. Targetnya, pameran berikutnya membawa dampak yang lebih besar. Apalagi Yogyakarta akan terhubung dengan tol yang menyambungkan Solo dan Semarang, sehingga kita harus siap, tegasnya.

Peran Arsitek Lokal dalam Pembangunan Kota

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa peran arsitek sangat penting dalam arah pembangunan kota. Ia menyebutkan bahwa arsitek Jogja ini banyak orang hebat, tapi mereka tidak tampil, lebih suka di belakang layar. Padahal mereka sangat dibutuhkan dalam perancangan pembangunan Yogyakarta yang sarat heritage.

Wawan juga mengungkapkan kondisi anggaran pemerintah yang terbatas. Anggaran tahun ini dan 2026 jauh berkurang banyak, anggaran seperti masa Covid, dipotong banyak. Terutama untuk infrastruktur juga sangat kecil. Maka, butuh peran swasta, katanya.

Ia menegaskan bahwa 2026 adalah tahun kolaborasi, dan berharap pameran satu hari ini berjalan lancar. Semoga terjadi transaksi yang menggembirakan, tutupnya.

Berbagai Aktivitas yang Menarik Minat Pengunjung

Selama acara, pengunjung memadati deretan stand dari berbagai merek yang menampilkan produk unggulan mereka. Berbagai demonstrasi produk dilakukan, termasuk penjelasan tentang inovasi terbaru dalam bahan bangunan dan teknologi arsitektur. Workshop dan talkshow juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertukar pikiran dan memperluas wawasan.

Mantra Expo 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi momen penting untuk membangun jaringan antara pelaku industri dan para profesional. Dengan berbagai kegiatan yang menarik, acara ini berhasil mencuri perhatian pengunjung dan memberikan dampak positif bagi perkembangan industri konstruksi dan arsitektur di DIY.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan