Sejarah manusia sering kali menyimpan rahasia yang mengejutkan, termasuk dalam hal penggunaan manusia sebagai bagian dari proses pembangunan. Beberapa tahun lalu, sekelompok ilmuwan menemukan kerangka di bawah Istana Wolseong, yang mengindikasikan bahwa asumsi bahwa manusia pernah digunakan sebagai pondasi bangunan memang benar-benar terjadi.
Menjadikan manusia sebagai fondasi bangunan bukan hanya sekadar mitos atau kisah fiktif. Dalam sejarah Korea Selatan, fenomena ini ternyata pernah terjadi. Pada 2017, juru bicara Administrasi Warisan Budaya Seoul, Choi Moon-Jung, menyampaikan pernyataan penting terkait temuan arkeologi yang menunjukkan bahwa cerita rakyat tentang pengorbanan manusia untuk fondasi bangunan adalah kisah nyata.
Temuan tersebut terjadi ketika para arkeolog menemukan kerangka di bawah tembok Istana Wolseong di Gyeongju, Korea Selatan. Menurutnya, pengorbanan semacam itu dilakukan atas saran para ahli yang percaya bahwa hal ini akan memengaruhi keberhasilan pembangunan bangunan kuno. Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami bagaimana proses pengorbanan tersebut dilakukan.
Para ahli juga menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa para "pondasi" itu dikubur hidup-hidup. “Tidak ada tanda-tanda perlawanan ketika mereka dikuburkan, sepertinya mereka dalam keadaan tak sadarkan diri atau telah meninggal,” ujarnya.
Cerita rakyat juga mengungkap bahwa tujuan pengorbanan manusia memiliki makna tertentu. Mereka diyakini dikorbankan untuk menenangkan dewa dan memohon perlindungan agar struktur bangunan nantinya dapat awet dan kuat. Tradisi menguburkan manusia ini diketahui berlangsung antara abad ke-5 hingga ke-6. Pengorbanan manusia memang sering terjadi dalam sejarah Korea.
Pada 2015, para arkeolog di Korea Selatan juga menemukan sebuah makam seorang wanita bangsawan berusia 1.500 tahun yang berisi sisa-sisa kuno seorang wanita dan seorang pria. Penemuan berharga ini menunjukkan bahwa sang pria dikorbankan untuk bergabung dengan wanita bangsawan dalam kematian. Dalam kasus ini, sosok pria difungsikan untuk menjaga, melindungi, dan melayani wanita bangsawan.
Sejarah Pengorbanan Manusia dalam Pembangunan
Tradisi pengorbanan manusia dalam pembangunan bangunan kuno tidak hanya terjadi di Korea Selatan. Banyak budaya kuno di seluruh dunia memiliki praktik serupa, baik untuk tujuan spiritual maupun politik. Dalam konteks Korea, pengorbanan manusia sering kali terkait dengan keyakinan bahwa upacara seperti ini akan membawa keberuntungan dan perlindungan bagi bangunan yang sedang dibangun.
-
Tujuan Spiritual
Pengorbanan manusia sering kali dilakukan untuk menenangkan roh-roh atau dewa. Keyakinan ini menyebabkan orang-orang percaya bahwa dengan mengorbankan seseorang, mereka dapat memperoleh perlindungan dan keberhasilan dalam proyek pembangunan. -
Fungsi Sosial dan Politik
Dalam beberapa kasus, pengorbanan manusia juga bisa menjadi simbol kekuasaan dan dominasi. Orang-orang yang dikorbankan biasanya berasal dari kalangan rendah atau tawanan perang, sehingga pengorbanan ini juga menjadi cara untuk menunjukkan kekuasaan pemimpin atau kelompok tertentu. -
Proses Pengorbanan
Meskipun tidak semua pengorbanan dilakukan secara brutal, banyak catatan menyebutkan bahwa korban sering kali dalam kondisi tidak sadar atau sudah meninggal sebelum dikuburkan. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengorbanan tidak selalu dilakukan dengan cara yang sadis.
Temuan Penting di Istana Wolseong
Temuan kerangka di bawah Istana Wolseong memberikan wawasan baru tentang tradisi pengorbanan manusia dalam sejarah Korea. Para ilmuwan mempercayai bahwa pengorbanan ini dilakukan untuk memastikan kestabilan dan kekuatan bangunan. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami detail-detail spesifik dari proses ini.
-
Bukti Arkeologi Pertama
Temuan ini menjadi bukti pertama yang mendukung cerita rakyat tentang pengorbanan manusia untuk fondasi bangunan. Ini menunjukkan bahwa mitos yang selama ini dianggap sebagai kisah fiktif justru memiliki dasar sejarah. -
Kondisi Korban
Tidak ada tanda-tanda perlawanan yang ditemukan pada kerangka tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa korban mungkin dalam keadaan tak sadar atau sudah mati sebelum dikuburkan. -
Signifikansi Budaya
Temuan ini juga menunjukkan betapa pentingnya faktor spiritual dalam pembangunan bangunan kuno. Upacara pengorbanan ini mungkin merupakan bagian dari ritual yang bertujuan untuk memperkuat hubungan antara manusia dan alam semesta.
Kesimpulan
Sejarah manusia penuh dengan misteri dan kejutan. Temuan kerangka di bawah Istana Wolseong mengungkap bahwa pengorbanan manusia untuk fondasi bangunan bukanlah mitos belaka, tetapi fakta sejarah. Praktik ini terkait dengan keyakinan spiritual dan kepercayaan akan kekuatan alam. Meskipun masih banyak yang belum diketahui, temuan ini memberikan wawasan penting tentang cara orang-orang kuno membangun dan merayakan kehidupan mereka.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar