Maraknya Jukir Liar di Masjid Zayed Solo, Pengunjung Cukup Bayar ke Jukir Berseragam

Maraknya Jukir Liar di Masjid Zayed Solo, Pengunjung Cukup Bayar ke Jukir Berseragam

Imbauan Tegas untuk Pengunjung Masjid Zayed Solo

Selama musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), kota Solo sering menjadi tujuan utama bagi wisatawan. Namun, bersamaan dengan peningkatan jumlah pengunjung, muncul juga kekhawatiran terkait aksi parkir liar yang menimbulkan ketidaknyamanan. Di tengah situasi ini, Lanyono, Ketua Paguyuban Warga Rejosari, memberikan imbauan tegas kepada para pengunjung.

Ia menyarankan agar masyarakat tidak ragu menolak membayar jika ada pihak yang meminta pungutan parkir tanpa mengenakan seragam resmi juru parkir (jukir). Yang tidak pakai seragam boleh seperti itu (tidak bayar), ujarnya.

Jaminan Parkir Resmi di Sekitar Masjid Sheikh Zayed

Khusus di area sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed, Lanyono memastikan bahwa operasional parkir di sana berada di bawah pengawasan ketat. Semua juru parkir yang bertugas di lokasi tersebut telah memiliki izin resmi dan berkomitmen mematuhi aturan tarif yang ditetapkan.

Sudah resmi, semua punya KTA. Semua sudah resmi. Sudah sesuai aturan, jelasnya. Saat ini, tercatat ada sekitar 61 juru parkir yang diizinkan beroperasi di kawasan Masjid Sheikh Zayed. Mereka bekerja berdasarkan sistem shift yang telah disepakati bersama untuk menjamin layanan tetap berjalan tertib.

Satu yang di situ kan sudah kita klopkan masing-masing. Kita punya skema, punya kantong-kantong sendiri dan kantong-kantong itu kan sudah kita plotkan nama-namanya. Ada shift, tambahnya.

Meredam Isu Hoaks Tarif Parkir Ratusan Ribu

Belum lama ini, kabar viral mengenai dugaan tarif parkir yang mencapai ratusan ribu rupiah di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sempat meresahkan publik. Pihak berwenang segera bergerak cepat untuk meluruskan informasi ini.

Haryono Nugroho, Kepala UPT Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Surakarta, dengan tegas menyatakan bahwa isu penarikan tarif hingga Rp400 ribu tersebut hanyalah hoaks. Isu tersebut awalnya tersebar melalui unggahan di akun Instagram beritasolohariini. Disebutkan, jukir diduga memaksa menarik bayaran sebesar Rp100 ribu untuk mobil dan Rp400 ribu untuk bus rombongan.

Bahkan, unggahan itu mengklaim bahwa pengunjung yang mencoba membayar Rp50 ribu sempat dimarahi dan diusir. Faktanya, lokasi yang ditunjukkan dalam foto unggahan tersebut ternyata sangat sempit. Untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut, Dishub Solo langsung memanggil juru parkir yang terkait.

Kami ke lokasi untuk mencari orang-orang yang ada di postingan itu. Juru parkir yang di lokasi juga kami panggil siang ini. Ternyata memang tidak ada kejadian seperti yang ada di postingan itu, ungkap Haryono. Pengecekan di lapangan juga membuktikan perbedaan mencolok antara klaim dan realitas.

Kami cek lokasi itu hanya bisa dipakai parkir tiga mobil. Dan tidak bisa dipakai parkir bus, jelas Haryono. Meskipun unggahan aslinya sudah dihapus oleh admin akun tersebut, tangkapan layarnya terlanjur menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Laporannya itu ternyata muncul di berbagai medsos bahkan sampai cegatan Jogja dan sebagainya. Tentu laporan palsu seperti ini merugikan pemerintah kota, terangnya.

Siapkan Posko untuk Tindak Pelanggaran Tegas

Mengantisipasi tingginya potensi munculnya jukir liar yang meresahkan selama musim Nataru, Haryono menegaskan bahwa Dishub akan mengambil langkah proaktif. Pihaknya berencana mendirikan posko khusus untuk menindak setiap pelanggaran parkir di tempat. Ia juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan.

Kami tidak anti kritik, masyarakat bisa melaporkan atau memviralkan pelanggaran parkir. Yang penting ada buktinya, ada pelanggarannya pasti akan kami tindak. Toh pelanggaran yang sudah-sudah kan langsung kami tindak lanjuti dengan sanksi tegas, tegasnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan