
Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, yang merupakan salah satu proyek strategis pemerintah, kini sedang dalam tahap akhir penyelesaian. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan bahwa proyek ini telah mencapai 98,4 persen. Masjid yang berada di IKN ini ditargetkan selesai pada 15 Februari 2026 dan akan digunakan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri 2026 atau 1447 Hijriah.
Gibran menegaskan bahwa masjid ini memiliki kapasitas awal sekitar 29 ribu jemaah dari total rencana 60 ribu jemaah. Dengan demikian, masjid tersebut akan siap digunakan untuk kegiatan ibadah besar seperti salat Idul Fitri. Pernyataan ini disampaikan oleh Gibran saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan masjid di IKN, Kalimantan Timur.
Selain fokus pada penyelesaian fisik, Gibran juga memastikan bahwa kualitas pekerjaan tetap terjaga. Menurut mantan politikus PDI Perjuangan ini, Masjid Negara IKN tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol identitas Islam yang rahmatan lil ‘alamin di ibu kota baru Indonesia. Hal ini menunjukkan perhatian penuh terhadap makna spiritual dan budaya yang terkandung dalam proyek ini.
Lokasi masjid terletak di atas lahan seluas 32.125 meter persegi untuk area masjid, 2.221 meter persegi untuk area komersial, dan 7.340 meter persegi untuk area penunjang. Luas bangunan masjid mencapai 76.647 meter persegi, dilengkapi dengan area komersial seluas 4.080 meter persegi dan area penunjang 3.456 meter persegi. Struktur bangunan terdiri dari empat lantai dan dua lantai mezzanine.
Pembangunan masjid mencakup berbagai tahapan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan konstruksi. Proses ini meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal-elektronika, lanskap, infrastruktur, serta penerapan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH). Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengedepankan keberlanjutan dan ramah lingkungan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang turut mendampingi Wakil Presiden dalam peninjauan, menyampaikan bahwa Gibran memberikan perhatian khusus terhadap kualitas desain, progres pekerjaan, hingga kesiapan masjid untuk segera dimanfaatkan sebagai sarana ibadah. Menurut Basuki, Gibran mengapresiasi konsep masjid yang memiliki desain unik dan berbeda dari masjid umumnya, baik dari segi bentuk bangunan maupun keterhubungannya dengan kawasan peribadatan lain di IKN.
“Masjid di IKN ini berbentuk serban dan dirancang dengan kapasitas sekitar 20 ribu jemaah pada tahap awal, yang nantinya dapat dikembangkan hingga 60 ribu jemaah,” ujar Basuki. Selain itu, Gibran meminta agar penyelesaian pekerjaan dipercepat tanpa mengorbankan mutu. “Sehingga pada bulan Ramadan nanti masjid sudah bisa dipakai untuk ibadah tarawih dan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Idul Fitri,” tambah dia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar