Massukiri Tanah Bumbu Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Kembangkan Identitas dan Ekonomi Kreatif

Massukiri Tanah Bumbu Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Kembangkan Identitas dan Ekonomi Kreatif

Pengakuan Budaya Massukiri sebagai Warisan Budaya Takbenda

Kabupaten Tanah Bumbu kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan kebudayaan daerah. Dalam gelaran Pekan Budaya Banua 2025, karya budaya Massukiri resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Sertifikat penghargaan diterima langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais, dari Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra.

Penganugerahan ini merupakan bagian dari Pekan Budaya Banua yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Disdikbud Kalsel pada 37 Desember 2025 di Banjarbaru. Eryanto Rais menegaskan bahwa pengakuan terhadap Massukiri menjadi momentum penting bagi Tanah Bumbu untuk memperkuat karakter budaya daerah. Sertifikat WBTb Indonesia ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan kekayaan budaya sekaligus membuka ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya.

Selaras dengan visi-misi Pembangunan Tanah Bumbu 20252029, khususnya misi keenam yang menekankan peningkatan prestasi bidang seni, budaya, dan olahraga serta pelestarian warisan budaya, Massukiri menjadi bukti nyata langkah strategis tersebut.

Penetapan Massukiri sebagai WBTb dilakukan melalui sidang Kementerian Kebudayaan RI pada 511 Oktober 2025 di Jakarta Selatan, yang dipimpin Prof. Sulistio S. Tirto Kusumo bersama 21 ahli WBTb, terdiri dari akademisi, budayawan, dan seniman nasional. Dari 11 karya budaya Kalimantan Selatan yang lolos kurasi, Massukiri dari Tanah Bumbu menjadi salah satu yang dinyatakan resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Berbagai Agenda Menarik dalam Pekan Budaya Banua 2025

Selain pengakuan budaya, Pekan Budaya Banua 2025 juga menghadirkan 40 booth UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Kehadiran para pelaku usaha menunjukkan bahwa budaya tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat.

Tema kegiatan, Berkolaborasi dan Bertransformasi dalam Harmoni Budaya, mencerminkan semangat menjaga tradisi sekaligus membuka ruang inovasi agar budaya tetap relevan di era modern. Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi, komunitas, dan sektor untuk memperkuat identitas budaya Kalsel.

Berbagai agenda seperti pagelaran seni, permainan tradisional, pameran wastra, silent cinema, hingga melukis on the spot tersaji sebagai sarana pembelajaran dan hiburan bagi masyarakat. Diharapkan kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas budaya, pelaku seni, dan sektor swasta, sekaligus memperkokoh posisi Kalimantan Selatan sebagai pusat budaya dan pariwisata.

Pentingnya Pelestarian Budaya dan Peran Masyarakat

Massukiri, yang telah diakui sebagai WBTb, memiliki makna penting dalam konteks pelestarian budaya. Sebagai bentuk kesenian tradisional, Massukiri mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat dan menjadi bagian dari identitas budaya Tanah Bumbu. Pengakuan ini tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya.

Pengakuan ini juga menjadi dorongan bagi para pelaku seni dan budaya untuk terus berkarya dan mengembangkan karya-karya mereka. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, budaya dapat terus berkembang tanpa kehilangan ciri khasnya.

Keberlanjutan Budaya di Era Modern

Dalam era modern yang serba cepat, penting untuk menjaga harmoni antara tradisi dan inovasi. Pekan Budaya Banua 2025 menjadi wadah yang tepat untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya. Melalui berbagai acara dan program yang diselenggarakan, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya yang dimiliki.

Kehadiran UMKM dalam acara ini juga menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan seni dan ekonomi, budaya tidak hanya menjadi objek pelestarian, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun pengakuan Massukiri sebagai WBTb adalah langkah positif, masih ada tantangan yang harus dihadapi dalam pelestarian budaya. Salah satunya adalah minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih besar dalam edukasi dan sosialisasi budaya kepada masyarakat luas.

Selain itu, perlu adanya kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, komunitas budaya, dan sektor swasta untuk memastikan bahwa budaya dapat terus berkembang dan bertahan di tengah perubahan zaman. Dengan kolaborasi yang baik, budaya bisa menjadi bagian dari identitas yang kuat dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Pengakuan Massukiri sebagai Warisan Budaya Takbenda adalah langkah penting dalam pelestarian budaya Tanah Bumbu. Acara Pekan Budaya Banua 2025 tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara budaya dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik dan kesadaran yang tinggi, budaya dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari identitas yang kuat dan berkelanjutan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan