RTH Djoesoef Abdullah Jadi Pusat Perayaan Tahun Baru 2026 di Tana Tidung
RTH Djoesoef Abdullah di Tideng Pale, Tana Tidung, menjadi salah satu tempat yang dipilih oleh masyarakat untuk merayakan pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Meskipun tidak ada kembang api atau petasan, suasana di lokasi tersebut tetap terasa semarak berkat tampilan air mancur menari yang dinyalakan khusus untuk momen spesial ini.
Lokasi yang terletak di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), menjadi pusat perhatian masyarakat sejak pukul 19.00 hingga 00.00 WITA pada malam tahun baru. Banyak pengunjung dari berbagai kalangan hadir, baik untuk menikmati suasana maupun sekadar berkumpul bersama keluarga.

Biasanya, air mancur menari yang dihiasi lampu dan diiringi lagu-lagu hanya dinyalakan setiap Sabtu malam. Namun, kali ini, air mancur tersebut dinyalakan khusus untuk menyambut tahun baru. Hal ini memberikan nuansa istimewa bagi warga setempat yang ingin merayakan dengan cara yang berbeda dari biasanya.
Selain di RTH Djoesoef Abdullah, banyak masyarakat Kabupaten Tana Tidung memilih untuk menghabiskan malam pergantian tahun di rumah bersama keluarga. Momen ini juga dimanfaatkan untuk makan bersama dan memutar lagu menggunakan pengeras suara di hampir setiap rumah. Hal ini mencerminkan tradisi masyarakat yang cenderung lebih tenang namun tetap hangat dalam merayakan momen penting seperti tahun baru.
Peningkatan mobilitas kendaraan terjadi di beberapa wilayah, termasuk Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap. Namun, arus lalu lintas tetap lancar, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Untuk menjaga kondusivitas selama malam pergantian tahun, tim gabungan Operasi Cipta Kondisi melakukan patroli mulai dari sore hari hingga dini hari. Patroli ini melibatkan unsur Kepolisian, TNI, Pemkab Tana Tidung, serta instansi terkait lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah adanya penyakit masyarakat atau tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Menurut Kapolres Tana Tidung, AKBP Eko Nugroho, patroli dilakukan dengan menyasar wilayah yang rawan terhadap balap liar, kerumunan, atau tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat minum minuman keras. "Kita lakukan patroli mulai dari sore jam 17.30 sampai 00.30 WITA, ke tempat-tempat rawan balap liar, kerumunan, yang kemungkinan jadi tempat minum minuman keras, intinya yang rawan terjadi penyakit masyarakat lah," ujarnya.
Selain itu, pengamanan juga dilakukan di gereja untuk memastikan pelaksanaan ibadah pergantian tahun berjalan aman. Karena banyak umat Kristen dan Katolik yang merayakan malam tahun baru dengan ibadah khusus, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di sekitar gereja tetap kondusif.
Dengan kombinasi antara kegiatan di luar ruangan dan perayaan di dalam rumah, masyarakat Tana Tidung berhasil merayakan tahun baru dengan cara yang damai dan penuh makna. Ini menunjukkan bahwa meski tanpa kembang api, momen pergantian tahun tetap bisa dinikmati dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar