Masyarakat Tana Tidung Rayakan Tahun Baru di RTH Djoesoef Abdullah, Polisi Patroli Tempat Rawan

Perayaan Tahun Baru 2026 di RTH Djoesoef Abdullah

RTH Djoesoef Abdullah di Tideng Pale, Tana Tidung, menjadi pusat perhatian masyarakat dalam merayakan pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Meskipun tidak ada kembang api dan petasan, suasana tetap semarak berkat tarian air mancur yang dinyalakan. Banyak warga memilih untuk berkumpul di rumah bersama keluarga, sementara arus lalu lintas tetap lancar meski terjadi peningkatan mobilitas.

RTH Djoesoef Abdullah, yang terletak di Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), menjadi salah satu tempat favorit masyarakat setempat untuk merayakan malam pergantian tahun. Kawasan ini terlihat ramai sejak pukul 19.00 hingga 00.00 WITA, Rabu (31/12/2025) malam.

Meski biasanya air mancur menari hanya dinyalakan setiap Sabtu malam, pada malam tahun baru kali ini, pengunjung dapat menikmati tarian air mancur yang dihiasi lampu dan diiringi lagu-lagu. Hal ini turut memperindah suasana malam pergantian tahun.

Selain di RTH Djoesoef Abdullah, banyak masyarakat Kabupaten Tana Tidung juga memilih untuk merayakan tahun baru dengan berkumpul di rumah bersama keluarga. Mereka turut membuat suasana semakin ramai dengan memutar lagu menggunakan pengeras suara di hampir setiap rumah.

Pantauan menunjukkan bahwa meski terjadi peningkatan mobilitas kendaraan, arus lalu lintas di wilayah Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, yang merupakan ibu kota kabupaten, tetap lancar.

Upaya Menjaga Kondusivitas Malam Pergantian Tahun

Untuk menjaga kondusivitas selama malam pergantian tahun, tim gabungan Operasi Cipta Kondisi yang melibatkan unsur Kepolisian, TNI, Pemkab Tana Tidung, serta instansi terkait lainnya melakukan patroli gabungan. Patroli ini dilakukan mulai dari sore jam 17.30 hingga 00.30 WITA, dengan menyasar wilayah yang rawan terjadi penyakit masyarakat atau Pekat.

"Kita lakukan patroli ke tempat-tempat rawan balap liar, kerumunan, yang kemungkinan jadi tempat minum minuman keras, intinya yang rawan terjadi penyakit masyarakat lah," ujar AKBP Eko Nugroho, Kapolres Tana Tidung.

Selain itu, penjagaan juga dilakukan di gereja untuk mengamankan pelaksanaan ibadah pergantian tahun oleh umat Kristen dan Katolik di Kabupaten Tana Tidung. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi semua pihak.

Aktivitas Masyarakat di Malam Tahun Baru

Banyak masyarakat memilih untuk merayakan tahun baru di rumah, sambil berkumpul dengan keluarga dan menikmati makanan bersama. Suasana di rumah-rumah tampak hangat dan penuh kebahagiaan. Beberapa dari mereka juga menyalakan musik menggunakan pengeras suara, menciptakan atmosfer yang ceria.

Di luar rumah, aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan antusias. Meski tidak ada kembang api, tarian air mancur dan suasana yang ramai memberikan kesan istimewa bagi para pengunjung. Hal ini menunjukkan bahwa perayaan tahun baru tidak harus bergantung pada kembang api, tetapi bisa dinikmati dengan cara yang lebih sederhana namun tetap meriah.

Kesimpulan

Perayaan tahun baru 2026 di Kabupaten Tana Tidung berjalan lancar dan aman. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak berwenang untuk menjaga kondusivitas, termasuk patroli gabungan dan pengamanan di gereja. Sementara itu, masyarakat juga turut berpartisipasi dalam merayakan momen penting ini dengan berkumpul di rumah atau menghadiri acara di RTH Djoesoef Abdullah. Tahun baru ini menjadi momen yang penuh makna bagi warga setempat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan