Mau Beli HP Baru Tahun Depan? Pertimbangkan Ini Dulu

Prediksi Kenaikan Harga Smartphone Tahun Depan

Harga smartphone di tahun depan diprediksi akan mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh lonjakan harga memori global yang terus berlangsung. Bahkan, tren peningkatan harga ponsel sudah terlihat sejak akhir tahun 2025. Vendor ponsel juga mulai menyiasati kenaikan harga dengan mengurangi kapasitas RAM pada beberapa model.

Perubahan Konfigurasi RAM pada Ponsel Baru

Beberapa vendor ponsel disebut akan memangkas RAM pada produk mereka. Akibatnya, ponsel dengan RAM 16 GB akan menjadi semakin langka. Sebaliknya, model dengan RAM 4–6 GB akan lebih mendominasi pasar. Bocoran dari blog Naver Korea Selatan menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, sehingga hanya tersedia dalam konfigurasi 6 GB atau 8 GB. Sementara itu, model yang biasanya dibekali RAM 8 GB mungkin dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.

Meskipun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan memori di berbagai industri, termasuk untuk data center dan server AI, yang menyebabkan kelangkaan pasokan.

Penyebab Kenaikan Harga Memori

Kenaikan harga memori disebabkan oleh meningkatnya permintaan di berbagai sektor. Industri seperti data center dan server AI membutuhkan banyak memori, sehingga memengaruhi pasokan memori untuk perangkat lain, termasuk smartphone. Hal ini membuat produsen memori, seperti Samsung, mengalihkan produksi chip memori ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory), yang tidak digunakan untuk ponsel.

Pengumuman Xiaomi tentang Kenaikan Harga

Xiaomi telah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing, dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu. Weibing menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori akibat melonjaknya permintaan untuk server AI.

Weibing memperingatkan pengguna akan kenaikan harga ponsel Xiaomi. Ia mengatakan, "Saya memperkirakan tekanan akan jauh lebih berat tahun depan dibanding tahun ini." Ia menambahkan, "Secara umum, konsumen mungkin akan mendapati kenaikan harga ecer produk yang cukup besar."

Contoh Ponsel Xiaomi yang Mengalami Kenaikan Harga

Ponsel andalan dari sub-merek Xiaomi, Redmi K90, dibanderol 2.599 yuan (sekitar Rp 6,1 juta) untuk versi dasarnya dengan RAM 12/256 GB. Harganya naik dari 2.499 yuan (sekitar Rp 5,8 juta) dibanding pendahulunya, Redmi K80 yang rilis November 2024 lalu.

Meskipun memberikan peringatan kenaikan harga, Weibing tidak merinci persentase lonjakan harga HP Xiaomi di tahun depan. Tidak dirinci pula apakah lonjakan harga HP Xiaomi akan berlaku secara global termasuk Indonesia, atau hanya di pasar tertentu saja.

Dampak pada Pasar Berkembang

Pasalnya, harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India. Vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga. Namun, dengan kondisi pasar saat ini, kenaikan harga tampaknya sulit dihindari.

Kesimpulan

Dengan meningkatnya permintaan memori dan kelangkaan pasokan, harga smartphone tahun depan diperkirakan akan mengalami kenaikan. Vendor ponsel mulai menyiasati dengan memangkas RAM pada beberapa model, meskipun hal ini tidak sepenuhnya mengurangi kenaikan harga. Xiaomi, sebagai salah satu produsen besar, juga telah mengumumkan kenaikan harga untuk produknya di tahun depan. Konsumen perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan