Mayapada Hospital Bandung Kuatkan Layanan Anak: 1.000 Hari Pertama Kunci Perkembangan

Mayapada Hospital Bandung Kuatkan Layanan Anak: 1.000 Hari Pertama Kunci Perkembangan

Layanan Terpadu untuk Tumbuh Kembang Anak di Mayapada Hospital Bandung

Mayapada Hospital Bandung (MHBD), salah satu unit dari Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk.) (IDX: SRAJ), baru saja meluncurkan dua klinik baru yang bertujuan untuk memastikan tumbuh kembang anak terpantau secara optimal sejak dini. Kedua klinik tersebut adalah Klinik Tumbuh Kembang Anak dan Klinik Neurobehavior, yang dirancang sebagai layanan satu pintu (one-stop solution) bagi keluarga.

Peluncuran layanan ini berlangsung dalam suasana yang sangat ramah anak, dengan hadirnya area bermain yang menarik dan dekorasi warna lembut serta balon karakter. Acara ini juga dilengkapi dengan edukasi interaktif yang membuat para peserta merasa seperti sedang berada di ruang bermain yang hangat dan menyenangkan.

Fokus pada Deteksi Dini dan Intervensi Komprehensif

Klinik ini menawarkan berbagai layanan mulai dari deteksi dini, asesmen komprehensif, intervensi terapi, hingga pendampingan jangka panjang. Layanan-layanan ini mencakup aspek fisik, kognitif, emosi, perilaku, dan interaksi sosial. Menurut dr. Irwan Susanto Hermawan, MM, Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, kehadiran klinik ini menjadi langkah strategis dalam menyediakan layanan terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Kehadiran klinik ini menjawab berbagai tantangan tumbuh kembang yang sering dialami oleh anak-anak, termasuk perkembangan fisik, perilaku, emosi, maupun sosial. Dengan pendekatan multidisiplin dan tim tenaga medis berpengalaman, Mayapada Hospital Bandung berkomitmen menghadirkan layanan yang inovatif, holistik, dan berpusat pada pasien (patient-centered care) untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar dr. Irwan.

Klinik Tumbuh Kembang Anak dan Klinik Neurobehavior terintegrasi dengan layanan unggulan lainnya seperti Pediatric Center, onkologi, kardiologi, neurologi, gastrologi, dan ortopedi. Layanan yang tersedia meliputi:

  • Terapi Okupasi
  • Terapi Wicara
  • Terapi Sensori Integrasi
  • Fisioterapi Anak
  • Psikotes
  • Tes Minat & Bakat
  • Tes Kesiapan Sekolah
  • Konseling pola asuh dan konseling keluarga

Seluruh layanan ini dirancang untuk memetakan potensi perkembangan anak sekaligus membantu orang tua memahami dinamika tumbuh kembang secara menyeluruh.

Pentingnya Pemantauan Sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan

dr. Eddy Fadlyana, Sp.A(K), M.Kes, Dokter Spesialis Anak Konsultan Saraf Anak, menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini menjadi fondasi pembentukan kualitas perkembangan anak hingga remaja.

Menurutnya, banyak orang tua masih mengabaikan gejala awal, padahal keterlambatan yang tidak ditangani dini akan berdampak pada hasil terapi yang kurang optimal. Ia menyarankan pemantauan dilakukan melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), yang memuat milestone perkembangan sesuai usia, mulai dari motorik kasar, motorik halus, interaksi sosial, hingga kemampuan bicara.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagian besar keterlambatan pada bayi usia 6–12 bulan terjadi pada motorik kasar, terutama karena kurangnya stimulasi akibat anak terlalu sering digendong atau minim interaksi.

Gangguan Neurobehavior dan Deteksi Dini

Gangguan neurobehavior pada anak kerap datang dengan keluhan yang tidak langsung disadari orang tua. dr. Burhan, Sp.A, Subsp.N(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Saraf Anak di Mayapada Hospital Bandung, menjelaskan bahwa banyak pasien justru datang dengan gejala lain seperti tics, kecemasan, atau perilaku menentang, yang ternyata merupakan bagian dari komorbid ADHD atau gangguan belajar.

Proses evaluasi neurobehavior dilakukan secara holistik, bukan hanya berdasarkan satu keluhan yang tampak. Dari satu gejala kecil, kerap terbuka diagnosis lain seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), disleksia, diskalkulia, hingga conduct disorder.

Menurut dr. Burhan, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga medis sangat penting dalam menangani gangguan neurobehavior. Ia menilai inisiatif untuk evaluasi sering masih datang dari orang tua, padahal peran sekolah sangat penting untuk deteksi dini.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan