Mayoritas warga Padang bekerja di sektor jasa, mencapai 75 persen

Mayoritas warga Padang bekerja di sektor jasa, mencapai 75 persen

Struktur Pasar Kerja di Kota Padang yang Dinamis

Pasar kerja di Kota Padang menunjukkan tren yang menarik dan dinamis pada akhir tahun 2025. Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang melalui publikasi Statistik Ketenagakerjaan Kota Padang Dalam Infografis 2025 memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana penduduk ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini mencari nafkah.

Sebanyak 445.778 penduduk bekerja di Kota Padang pada 2025. Dari jumlah tersebut, laki-laki masih mendominasi pasar kerja dengan 262.057 orang atau sebesar 58,79 persen, sementara perempuan berjumlah 183.721 orang atau 41,21 persen. Hal ini menunjukkan bahwa struktur pasar kerja di kota ini masih tergolong tradisional dalam hal distribusi jenis kelamin.

Sektor jasa menjadi tulang punggung utama pasar kerja di Kota Padang. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 75,26 persen penduduk bekerja terserap di sektor ini. Angka ini menjadikan sektor jasa sebagai penyerap tenaga kerja terbesar di Kota Padang. Sementara itu, sektor industri hanya menyerap 18,11 persen tenaga kerja, dan sektor pertanian hanya 6,63 persen.

Dominasi sektor jasa tidak lepas dari karakter Kota Padang sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan jasa di Sumatera Barat. Aktivitas ekonomi seperti perdagangan, transportasi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga jasa keuangan menjadi penggerak utama penyerapan tenaga kerja. Kondisi ini juga menunjukkan pergeseran struktur ketenagakerjaan dari sektor primer ke sektor tersier yang lebih padat layanan.

Secara keseluruhan, jumlah penduduk bekerja di Kota Padang pada 2025 tercatat sebanyak 445.778 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar 7,2 ribu orang dibandingkan Agustus 2024. Dari sisi jenis kelamin, tenaga kerja laki-laki masih mendominasi dengan porsi 58,79 persen, sementara perempuan sebesar 41,21 persen.

Jika dilihat dari status pekerjaan, hampir separuh penduduk bekerja di Kota Padang berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai. Proporsinya mencapai 49,93 persen. Kondisi ini memperkuat gambaran bahwa sektor jasa formal masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam mencari pekerjaan.

Selain itu, sebanyak 20,34 persen penduduk bekerja berusaha sendiri, sementara sisanya tersebar pada kategori pekerja bebas, pekerja keluarga tidak dibayar, serta usaha dengan bantuan buruh. Tingginya penyerapan tenaga kerja di sektor jasa juga beririsan dengan tingkat partisipasi angkatan kerja Kota Padang yang mencapai 67,27 persen. Artinya, dari setiap 100 penduduk usia kerja, sekitar 67 orang sudah masuk dalam angkatan kerja, baik bekerja maupun aktif mencari pekerjaan.

Meski sektor jasa menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja, tantangan pasar kerja masih terlihat dari tingkat pengangguran terbuka. Pada Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka Kota Padang berada di angka 9,70 persen, dengan jumlah pengangguran mencapai 47.869 orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang kerja masih perlu terus diperluas, terutama pada sektor-sektor jasa yang produktif dan berkelanjutan.

Tren Perubahan Struktur Ekonomi

Perubahan struktur ekonomi di Kota Padang terlihat jelas dari dominasi sektor jasa. Sebelumnya, sektor pertanian merupakan penyumbang utama tenaga kerja, tetapi kini pergeseran tersebut sangat signifikan. Data BPS 2025 menunjukkan bahwa pergeseran kuat dari pertanian ke aktivitas jasa dan layanan telah terjadi.

Tren ini tidak hanya terjadi di tingkat nasional, tetapi juga secara lokal di Kota Padang. Perkembangan ekonomi kota ini didorong oleh berbagai faktor seperti perkembangan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan, serta pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan.

Tantangan dan Peluang

Meskipun sektor jasa menjadi tulang punggung ekonomi, tantangan seperti pengangguran tetap menjadi isu serius. Tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 9,70 persen menunjukkan bahwa masih banyak warga yang belum dapat memperoleh pekerjaan yang layak.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif dan strategi pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Fokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi besar seperti pariwisata, teknologi informasi, dan jasa keuangan bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesempatan kerja.

Kesimpulan

Struktur pasar kerja di Kota Padang terus berkembang, dengan sektor jasa menjadi pilar utama. Meskipun ada tantangan, peluang untuk pengembangan ekonomi tetap terbuka. Dengan perencanaan yang tepat, Kota Padang dapat terus menjadi pusat ekonomi yang dinamis dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan