Megawati Tegaskan Tidak Kembali ke Liga Voli Korea, Wajah Lesu Ko Hee-jin Terungkap saat Akui Kesala


Ko Hee-jin terlihat semakin kehilangan arah saat mencoba mengevaluasi kesiapan tim Daejeon JungKwanJang Red Sparks menjelang putaran ketiga Liga Voli Korea 2025-2026. Tim yang dikenal dengan julukan Red Force ini tampaknya sedang menghadapi tantangan besar setelah serangkaian kekalahan yang terus-menerus mereka alami.

Liga Voli Korea 2025-2026 kini memasuki fase yang lebih ketat, dan Red Sparks terlihat tidak lagi sekuat dulu. Performa mereka jauh dari harapan, bahkan berada di dasar klasemen. Hal ini disebabkan oleh pergiya beberapa pemain penting seperti Megawati Hangestri Pertiwi, pevoli asal Indonesia yang menjadi andalan tim. Kepergian Megawati bersama Vanja Bukilic dan Pyo Seung-ju, yang sebelumnya membentuk trisula maut di lini depan, membuat kekuatan Red Sparks semakin melemah.

Media lokal Korea, MyDaily, dalam artikelnya menyebutkan bahwa kepergian Megawati menjadi salah satu faktor utama merosotnya performa Red Sparks musim ini. Mereka juga menyoroti bahwa kekecewaan tersebut semakin terasa karena kepergian tiga pemain kunci dalam waktu yang bersamaan.

Beberapa isu muncul tentang masa depan Megawati, termasuk kabar bahwa ia akan kembali bermain di Liga Voli Korea untuk musim 2026-2027 mendatang. Meski belum ada informasi pasti tentang tim yang akan dibela, Yonhap News melalui pemberitaannya menyebutkan bahwa agen Megawati memberikan pernyataan terkait rencana tersebut.

Namun, bantahan langsung dari Megawati melalui akun Instagram pribadinya membuat harapan bagi Red Sparks semakin redup. Bantahan tersebut telah sampai ke Korea Selatan dan dipublikasikan oleh Sportskhan pada Rabu (24/12/2025) kemarin.

Sebagai langkah lanjutan, Red Sparks harus berjuang tanpa kekuatan penuh dalam pertandingan melawan Suwon Hyundai E&C Hillstate hari ini, Kamis (25/12/2025). Ko Hee-jin, pelatih tim, tampak lesu menghadapi situasi ini. Ia menyadari bahwa kondisi saat ini sangat sulit, tetapi ia tetap berusaha mengambil langkah-langkah strategis.

Kedatangan pemain Mongolia, Jamiyanpurev Enkhsoyol, untuk menggantikan Wipawee Srithong yang cedera, belum memberi jaminan kebangkitan. Ko Hee-jin mengatakan bahwa susunan pemain akan sama seperti pertandingan terakhir, tetapi ia menekankan pentingnya kerja sama dan peningkatan kemampuan individu para pemain.

"Kami bekerja keras dalam berbagai persiapan, tim kami memiliki banyak kekurangan saat ini dan kami sedang meninjaunya satu per satu," ujarnya. "Ini musim yang sulit, tetapi saya akan melakukan yang terbaik untuk mengatasinya bersama para pemain."

Ko Hee-jin juga menegaskan bahwa seluruh tim harus menerima situasi sulit tanpa adanya Megawati, Bukilic, dan Seung-ju. Ia yakin bahwa kelemahan sementara bukan berarti kekalahan. "Menjadi lemah bukan berarti kami kalah, kami akan mengatasi, bertahan, dan menunjukkan perkembangan pemain baru kami."

Ia optimistis bahwa perkembangan pemain muda dapat menjadi kekuatan besar di paruh kedua musim ini dan musim depan. "Para pemain harus terus bermain, musim ini bukanlah akhir segalanya, kami akan menyampaikan pesan harapan dan menavigasi ini dengan bijaksana dan penuh harapan," imbuhnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan