Pesona Kota Tua Manado di Awal Tahun 2026
Kota Tua Manado, yang terletak di Sulawesi Utara (Sulut), kembali menarik perhatian banyak orang pada awal Tahun 2026. Salah satu tempat yang menjadi sorotan adalah Jalan Wayang, Pecinan, Kelurahan Wenang, Manado. Tempat ini dikenal sebagai lokasi kuliner yang sebelumnya dikenal dengan nama Koenya-Koenya.
Di kawasan tersebut, kini berdiri berbagai lokasi kuliner yang menawarkan menu utama berupa kopi. Namun, selain kopi, tempat ini juga memberikan suasana yang unik, yaitu campuran antara milenial dan masa lalu. Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk berkunjung ke sana.

Pada Sabtu (3/1/2026) malam, ratusan orang memadati tempat tersebut saat TribunManado.com mengunjungi lokasi tersebut. Mereka duduk di kursi yang disusun di tengah jalan dan di trotoar. Suasana anak muda sangat kental terasa di sana. Di sepanjang jalan, terdapat food truck atau truk makanan dengan bentuk yang komikal serta sepeda mungil yang multifungsi, yang sangat diminati oleh kalangan muda.
Penjual dan pembelinya pun mayoritas merupakan anak muda. Keberadaan mereka menciptakan dinamika yang khas dan memperkaya pengalaman di lokasi tersebut. Meski begitu, suasana di sekitar tempat ini tetap memancarkan nuansa kebatinan yang khas dari bangunan-bangunan tua bergaya Belanda.
Bangunan-bangunan tersebut telah berdiri selama ratusan tahun, menjadikannya sebagai saksi bisu sejarah kota. Kekontrasan antara suasana masa kini yang ramai dan masa lalu yang tenang menciptakan keindahan yang unik. Perpaduan ini menarik banyak jiwa muda untuk datang dan merasakan sensasi tersebut.
Buktinya, semakin malam semakin banyak orang yang datang. Mereka datang untuk menjajal perpaduan antara masa lalu dan masa kini melalui secangkir kopi. Anwar, seorang warga setempat, mengaku datang bersama teman-temannya untuk sekadar berkumpul dan berdiskusi.
"Kami di sini ramai-ramai, curhat-curhatan," katanya. Ia memesan kopi dan cemilan. Karena obrolan berlangsung lama, ia mengatakan bahwa satu cangkir kopi saja tidak cukup. "Saya pesan hingga tiga kopi," tambahnya.
Frangki, warga lainnya, mengaku datang ke lokasi ini karena suasana yang unik. Menurut dia, ada banyak lokasi serupa di Manado. Namun, ia menyebut bahwa di sini terdapat kombinasi antara suasana muda dan suasana kuno yang tidak ditemukan di tempat lain.
Keunikan Kota Tua Manado membuatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Dengan adanya perpaduan antara budaya lama dan gaya hidup modern, kota ini terus menarik minat masyarakat, terutama generasi muda. Setiap kunjungan ke lokasi ini membawa pengalaman yang berbeda, baik itu dalam hal kuliner maupun suasana yang khas.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar