
Kondisi Darurat di Dua Desa Akibat Banjir Bandang
Di sekitar jembatan rangka baja Pante Lhong sebelah barat, terdapat dua desa yang berdekatan, yaitu Desa Blang Panjoe dan Desa Pante Lhong, Peusangan. Kedua desa ini kini dalam kondisi porak-poranda akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Banyak rumah mengalami kerusakan berat dan tertimbun endapan lumpur yang cukup tebal.
Jalan desa sebagian sudah bisa dilalui, namun masih banyak endapan lumpur yang menggelombang di jalan utama kedua desa tersebut. Banyak rumah terlihat ditinggalkan begitu saja, ditutupi oleh endapan lumpur yang tebal. Fasilitas umum seperti Polindes Pante Lhong dan TK juga rusak parah.
Nurul Kamari, salah seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan keadaannya yang sangat memprihatinkan. Ia mengatakan bahwa selama empat hari terakhir, ia dan suaminya mencoba membersihkan rumahnya, tetapi hanya berhasil membersihkan sekitar 5 persen dari lumpur yang menutupi rumah mereka. Rumah permanen miliknya memiliki endapan lumpur setinggi setengah meter di bagian depan dan sekitar satu meter di bagian belakang.
Menurut Nurul, pada pukul 06.00 WIB Rabu (26/11/2025), Keuchik Ruslan memberitahu warga bahwa air sungai mulai naik dan terjadi banjir. Ia bersama suaminya dan seorang anaknya serta istri dan ibu mertua Keuchik langsung naik ke lantai dua rumah mereka. Air Krueng Peusangan meluap dengan deras, dan tinggi air mencapai lebih dari satu meter.
Setelah bertahan di lantai dua, semua warga kemudian berpindah ke kantor Keuchik yang lebih tinggi. Nurul mengisahkan bahwa dirinya dan anaknya dibawa suaminya dengan duduk di tengkuk karena air sangat tinggi. Keuchik juga memperingatkan warga untuk keluar dari rumah karena air mengalir deras.
Tidak lama kemudian, air banjir terus meningkat hingga mencapai leher orang dewasa. Keuchik pergi memberi tahu warga, dan kemudian semua warga turun melewati banjir menuju meunasah yang berada ratusan meter ke utara rumah mereka. Semua warga mengungsi dan rata-rata baru melihat rumah mereka setelah satu minggu.
Kondisi yang sama juga dialami Desa Pante Lhong, yang lebih parah karena berada di dekat aliran sungai. Endapan lumpur dan dampak banjir terasa lebih hebat di sana.
Butuh Bantuan Alat Berat untuk Membersihkan Lumpur
Keuchik Blang Panjoe, Ruslan Abdul Gani, menyampaikan bahwa desanya adalah salah satu lokasi yang paling parah terkena banjir bandang. Ia menyatakan kebutuhan mendesak akan bantuan alat berat untuk membersihkan lingkungan rumah yang tertimbun lumpur.
Dampak banjir bandang yang terjadi pada pagi hari Rabu, 26 November 2025, telah merusak pemukiman dan rumah penduduk. Banyak rumah warga tertimbun tanah dan lumpur yang dibawa oleh aliran sungai. Akibatnya, warga Blang Panjoe harus mengungsi ke meunasah sejak kejadian hingga saat ini.
"Kami membutuhkan bantuan alat berat untuk membersihkan tanah dan lumpur yang menimbun lingkungan rumah saya dan warga," ujar Keuchik Ruslan.
Endapan pasir dan lumpur di jalan dan halaman rumah warga Dusun Gle Riseh dan Dusun Gle Meulayu sangat tebal, mencapai 1-2 meter. Hal ini membuat warga tidak mampu membersihkannya secara manual. Oleh karena itu, bantuan alat berat sangat dibutuhkan untuk membantu proses pembersihan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar