
TANGERANG, nurulamin.pro – Stasiun Jatake di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang kian mendekati tahap pembukaan operasional.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan stasiun baru ini telah memasuki fase akhir persiapan dan ditargetkan segera melayani masyarakat pengguna commuterline di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung.
Stasiun Jatake berlokasi di perbatasan Kelurahan Jatake dan Kelurahan Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, di antara Stasiun Parungpanjang dan Stasiun Cicayur.
Pantauannurulamin.pro, Sabtu (3/1/2026), Stasiun Jatake tampak menjulang dan mencolok sejak dari kejauhan.
Bangunan berlantai dua itu didominasi warna cokelat kayu dan abu-abu modern, memberi kesan kokoh sekaligus futuristis di tengah lahan yang sekitarnya masih kosong.
Terdapat jembatan penghubung menuju peron dari gedung utama.
Sementara itu, area depan stasiun terlihat lapang dengan akses jalan yang sudah terbentuk rapi.
Lahan parkir yang luas terbentang di depan stasiun, dilengkapi marka kendaraan dan lampu penerangan, di sisi kanannya pagar proyek masih berdiri sebagai penanda tahap akhir pembangunan.
Stasiun sudah dilengkapi signage nama Stasiun Jatake dan logo Kementerian Perhubungan dan KAI di bagian atas.
Adapun papan informasi terkait rute KRL dan rute transportasi Integrasi di BSD juga sudah dipasang di lobi utama gedung stasiun.
Gedung stasiun juga sudah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti eskalator, lift, tangga, dan juga ram untuk pengguna disabilitas.
Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi.
Berlokasi di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, stasiun ini dilengkapi peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing enam meter.
Kapasitas layanan Stasiun Jatake diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Stasiun Jatake dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang memadukan fungsi transportasi dan aktivitas kawasan.
Di depan stasiun ini juga terdapat proyek perumahan, yakni Hiera BSD.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, fasilitas Stasiun Jatake dirancang untuk mendukung kebutuhan pengguna commuterline secara menyeluruh.
Di dalam gedung stasiun tersedia area aktivitas penumpang, zona komersial, serta ruang perkantoran KAI.
Area luar stasiun juga dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi.
“Stasiun Jatake dipersiapkan sebagai simpul layanan baru yang mendukung kelancaran naik turun penumpang sekaligus mendorong pergerakan ekonomi kawasan yang terus berkembang,” ujar Anne dalam keterangan tertulis yang diterima nurulamin.pro, Sabtu.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pengembangan Stasiun Jatake merupakan bagian dari strategi peningkatan kapasitas dan kualitas layanan transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta, khususnya di lintas Rangkasbitung yang terus mencatat pertumbuhan pengguna.
“Jumlah pengguna commuterline lintas Rangkasbitung pada 2022 tercatat 43.317.716 orang. Angka ini meningkat menjadi 62.085.471 pengguna pada 2023, kemudian 69.999.362 pengguna pada 2024, dan mencapai 70.496.181 pengguna sepanjang Januari hingga November 2025,” ujar Bobby.
Kehadiran Stasiun Jatake diharapkan dapat menghadirkan akses yang lebih dekat bagi masyarakat, sekaligus membantu pemerataan distribusi penumpang.
“Stasiun Jatake dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan itu dengan perjalanan yang lebih tertata serta distribusi penumpang yang lebih merata,” kata dia.
Dari sisi layanan, Stasiun Jatake akan melayani perjalanan commuterline lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang mencakup Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, Cicayur, Jatake, Parung Panjang, Cilejit, Daru, Tenjo, Tigaraksa, Cikoya, Maja, Citeras, hingga Rangkasbitung.
Hingga akhir November 2025, progres pembangunan Stasiun Jatake telah mencapai 98,56 persen.
Bobby mengatakan, saat ini, KAI bersama DJKA Kemenhub masih menjalani tahap akhir berupa uji prasarana dan kesiapan operasional guna memastikan aspek keselamatan dan keamanan sebelum stasiun dioperasikan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar