
Kehadiran Delegasi Korea Selatan di Desa Wantilan, Subang
Di tengah suasana yang tenang dan hijau di Kantor Desa Wantilan, Kecamatan Cipeudeuy, tersembunyi sebuah kisah sukses tentang bagaimana sebuah desa di Kabupaten Subang mampu berkolaborasi secara internasional. Kunjungan yang dilakukan oleh delegasi Kota Gimcheon, Korea Selatan (Korsel), menjadi bukti bahwa kerja sama antar daerah bisa menciptakan dampak nyata dalam pembangunan.
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur), menyambut baik kunjungan kehormatan dari delegasi tersebut. Pertemuan pada Rabu (24/12/2025) ini tidak hanya sekadar kunjungan kerja biasa, tetapi juga menjadi momen penting untuk meninjau keberhasilan Desa Wantilan yang kini menjadi contoh pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat global.
Program Saemaul (Saemaul Undong) yang diadopsi dari Korea Selatan menekankan tiga nilai utama: gotong royong, kemandirian, dan kerja keras. Di Desa Wantilan, semangat ini diwujudkan melalui pengelolaan lingkungan, terutama manajemen sampah yang terpadu. Program ini telah memberikan perubahan signifikan dalam cara masyarakat mengelola sumber daya alam dan lingkungan sekitarnya.
Kepala Yayasan Saemaul Indonesia, Hong Seung Hoon, menjelaskan bahwa perjalanan program ini dimulai sejak 2019. Wantilan tidak dipilih begitu saja, karena desa ini berhasil melewati kompetisi pengelolaan sampah yang ketat selama periode 2020-2021. Berkat komitmen dan konsistensi masyarakatnya, pada tahun 2022, Wantilan resmi ditetapkan sebagai Desa Percontohan Saemaul di bawah dukungan langsung Kota Gimcheon.
Kepala Desa Wantilan, Komarudin, merasa bangga atas kemitraan strategis ini. Menurutnya, pendampingan dari delegasi Kota Gimcheon yang dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Gimcheon Mr. Ra Young Min dan jajaran, merupakan suntikan energi bagi warga desa. "Kehormatan besar bagi kami menjadi mitra Sister City. Kami sangat merasakan manfaat program lingkungan dan pemberdayaan ini. Dukungan dana pendamping serta sarana dari Pemkab Subang juga menjadi kunci keberlangsungan program yang sangat dibutuhkan masyarakat ini," ujar Komarudin.
Wakil Bupati Subang, Kang Akur, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Yayasan Saemaul Indonesia. Ia menilai bahwa dampak paling berharga dari program ini bukanlah sekadar bantuan fisik, melainkan perubahan pola pikir masyarakat. "Program ini mendorong kemandirian dan meningkatkan kapasitas individu. Kami berharap pertukaran pengalaman dengan delegasi Gimcheon melahirkan evaluasi konstruktif agar model pembangunan Wantilan bisa terus berkembang dan diadaptasi oleh desa-desa lain di Subang," jelas Kang Akur.
Sinergi internasional ini membuktikan bahwa masalah lokal seperti sampah, jika dikelola dengan sistem yang tepat dan kemitraan yang kuat, dapat menjadi pintu gerbang bagi sebuah desa untuk melompat menjadi desa mandiri yang diakui di level mancanegara.
Tiga Nilai Utama Saemaul
-
Gotong Royong
Program ini mendorong masyarakat untuk bekerja sama dalam setiap aspek kehidupan, termasuk pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi. Gotong royong memperkuat ikatan sosial dan memastikan semua anggota masyarakat memiliki peran aktif dalam pembangunan. -
Kemandirian
Tujuan utama dari Saemaul adalah membangun kesadaran masyarakat akan kemampuan diri mereka sendiri. Dengan kemandirian, masyarakat lebih percaya diri dan mampu mengambil inisiatif dalam mengelola sumber daya dan menghadapi tantangan. -
Kerja Keras
Semangat kerja keras menjadi pondasi dari setiap langkah yang diambil dalam program ini. Kerja keras tidak hanya menghasilkan hasil nyata, tetapi juga membangun disiplin dan tanggung jawab dalam masyarakat.
Keberhasilan Desa Wantilan
-
Pengelolaan Sampah Terpadu
Desa Wantilan menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang terpadu. Masyarakat bekerja sama dalam mengelola limbah dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. -
Partisipasi Aktif Masyarakat
Partisipasi masyarakat sangat penting dalam keberhasilan program Saemaul. Mereka tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga penentu arah pembangunan di desa. -
Dukungan Pemerintah Daerah
Dukungan dari Pemkab Subang berupa dana pendamping dan sarana infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar