
Presiden Prabowo dan Harapan Indonesia Miliki Merek Kendaraan Nasional
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan ambisinya bahwa Indonesia harus memiliki mobil dan motor yang diproduksi dalam negeri. Menurutnya, kehadiran kendaraan nasional akan menjadi salah satu fondasi penting untuk menuju Indonesia yang lebih hebat di masa depan.
Optimisme tersebut mendapat respons positif dari Moeldoko, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), yang selama ini aktif mendorong pengembangan ekosistem elektrifikasi. Namun, Moeldoko juga mengingatkan bahwa arah pembangunan mobil nasional harus tepat agar tidak mengulang model lama yang hanya mengandalkan teknologi konvensional.
Mobil nasional, ya dari awal saya juga sudah ngomong, kita itu harus punya brand nasional, ujar Moeldoko di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Ia menekankan bahwa perubahan dari mobil konvensional ke mobil listrik tidak boleh hanya berpindah merek luar negeri yang masuk ke Indonesia.
Menurutnya, justru di era transisi teknologi ini, Indonesia memiliki ruang untuk membangun identitas otomotifnya sendiri.
Jangan sampai nanti ada perubahan dari mobil konvensional ke mobil listrik, sama saja gitu. Kalau dulu negara A, sekarang negara B, apa bedanya? Terus di mana posisi Indonesia harus memiliki brand nasional itu, ucapnya.
Moeldoko mengatakan dirinya sangat mendukung keinginan Presiden agar Indonesia mempunyai merek nasional. Ia juga menyinggung Mobil Anak Bangsa (MAB), perusahaan kendaraan listrik yang ia pimpin, sebagai salah satu contoh merek lokal yang dibangun dari nol melalui proses panjang dan penuh tantangan.
Saya sangat senang kalau Indonesia memiliki brand nasional. Walaupun MAB juga mungkin satu-satunya. Kita dengan segala apa itu, susah payahnya kita membangun ini, katanya.
Meski begitu, ia berharap arah pembangunan merek nasional benar-benar menyasar teknologi masa depan, bukan justru kembali pada mesin pembakaran internal (ICE).
Tapi kita apresiasi kalau kita punya brand nasional. Tapi harapan kita juga mestinya tidak lagi menuju ke ICE. Lebih ke listrik, yang berat. Karena trennya memang dunia menuju ke sana. Jangan kita membangun yang ICE, kata Moeldoko.
Menurutnya, mustahil bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan di pasar mobil berbahan bakar minyak yang sudah didominasi pabrikan global selama puluhan tahun. Namun, situasinya berbeda jika Indonesia sejak awal mengambil posisi dengan memiliki merek sendiri.
Kita nggak bisa mengejar kondisi ICE seperti ini. Tapi sebenarnya kalau dari awal kita punya brand nasional, Indonesia ini, kita masih punya daya tawar dengan pabrikan besar. Tapi kita sudah sedikit terlambat, ujarnya.
Langkah Strategis untuk Membangun Brand Nasional
Untuk mencapai tujuan tersebut, Moeldoko menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan industri swasta. Dalam hal ini, MAB menjadi contoh nyata bagaimana sebuah merek lokal dapat dibangun dari nol.
- Proses pembangunan MAB membutuhkan waktu dan usaha yang sangat besar.
- MAB berhasil menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menghasilkan kendaraan listrik berkualitas.
- Meskipun masih sedikit, MAB menjadi inspirasi bagi pengusaha lain yang ingin berkontribusi dalam membangun merek nasional.
Selain itu, Moeldoko juga menyoroti pentingnya investasi dalam riset dan pengembangan teknologi. Dengan fokus pada kendaraan listrik, Indonesia dapat menjajaki peluang baru di pasar global.
- Teknologi listrik menjadi prioritas utama dalam pengembangan kendaraan nasional.
- Pemerintah dan swasta perlu bekerja sama untuk menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi.
- Edukasi masyarakat tentang manfaat kendaraan listrik juga penting untuk meningkatkan adopsi.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun ada banyak tantangan, Moeldoko tetap optimis bahwa Indonesia dapat membangun merek kendaraan nasional yang kuat. Dengan langkah-langkah strategis dan komitmen yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain penting dalam industri otomotif global.
- Keberadaan merek nasional dapat meningkatkan rasa percaya diri masyarakat.
- Merek lokal juga dapat menjadi simbol kebanggaan bangsa.
- Dengan dukungan penuh dari pemerintah, peluang sukses semakin terbuka lebar.
Dengan demikian, upaya membangun merek kendaraan nasional tidak hanya menjadi keinginan Presiden, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama dari seluruh elemen masyarakat Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar