
Proyek P5 Anti-Bullying Campaign: Sobat Damai di Semester 2 Tahun 2026
Projek P5 Anti-Bullying Campaign: Sobat Damai di Semester 2 tahun 2026 hadir sebagai upaya sekolah membangun karakter siswa melalui tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya". Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak siswa menjadi agen perubahan dengan mengekspresikan pesan anti-perundungan lewat berbagai media kreatif seperti video pendek, poster digital, dan drama singkat.
Kampanye ini tidak hanya berfokus pada pencegahan perundungan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Dengan mengintegrasikan mata pelajaran Agama & Budi Pekerti, Bimbingan Konseling (BK), serta Seni Budaya, proyek ini mendorong siswa untuk mengembangkan empati, kerja sama, dan regulasi diri.
Mengapa Tema "Sobat Damai"?
Tema "Sobat Damai" dipilih karena sangat strategis dalam menyentuh aspek emosional siswa. Dengan melibatkan mereka dalam proses kreatif, pesan anti-perundungan akan lebih membekas dibandingkan sekadar ceramah di dalam kelas. Selain itu, keberhasilan projek ini menjadi nilai tambah signifikan bagi guru dalam perangkat administrasi SKP, karena menunjukkan peran nyata dalam membangun iklim lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Aktivitas yang Dilakukan Siswa
Aktivitas utama dalam kampanye ini adalah pembuatan konten edukasi oleh siswa. Mereka diajak membuat video pendek (TikTok/Reels), poster digital, atau pementasan drama singkat yang menggambarkan dampak perundungan dan cara mencegahnya di lingkungan sekolah. Setiap aktivitas dirancang agar sesuai dengan kompetensi yang diajarkan dalam mata pelajaran terkait.
Struktur Modul Projek
- Identitas & Fokus Dimensi
- Tema: Bangunlah Jiwa dan Raganya
- Judul: Sobat Damai (Anti Bullying Campaign)
- Sasaran: Fase D (Kelas 7-9 SMP)
-
Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Beriman & Bertakwa (Akhlak kepada sesama), Gotong Royong (Kerja sama tim), dan Mandiri (Regulasi diri).
-
Kolaborasi Lintas Mata Pelajaran
Projek ini tidak berdiri sendiri, melainkan mengintegrasikan kompetensi dari berbagai disiplin ilmu: - Agama & Budi Pekerti: Membahas nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang antar sesama makhluk Tuhan.
- Bimbingan Konseling (BK): Memberikan materi tentang jenis-jenis bullying, kesehatan mental, dan cara melaporkan kejadian secara aman.
-
Seni Budaya: Membimbing siswa dalam teknik pengambilan gambar, desain grafis, hingga olah peran untuk pementasan drama.
-
Alur Kegiatan (Tahapan Projek)
-
Tahap Kenali (Eksplorasi Perasaan)
Siswa mengikuti sesi sharing bersama guru BK tentang apa itu perundungan fisik, verbal, hingga cyberbullying. Siswa diajak membangun empati melalui penayangan film pendek atau testimoni kasus yang relevan. -
Tahap Temukan (Riset & Ideasi)
Siswa mengidentifikasi potensi titik rawan perundungan di sekolah (misal: kantin, toilet, atau grup WhatsApp). Setelah itu, mereka merancang pesan kunci kampanye yang positif, seperti "Be a Buddy, Not a Bully". -
Tahap Lakukan (Produksi Kreatif)
Siswa bekerja dalam kelompok untuk memilih media kampanye:- Tim Kreatif Digital: Memproduksi video edukasi durasi 60 detik untuk Reels/TikTok.
- Tim Visual: Membuat poster digital menggunakan aplikasi seperti Canva untuk dipasang di sudut sekolah.
- Tim Teater: Menyiapkan naskah drama singkat tentang cara membela teman yang dirundung.
-
Tahap Genapi (Gelar Aksi Sobat Damai)
Puncak projek adalah "Deklarasi Sekolah Damai". Produk kreatif dipamerkan, video diputar secara masal, dan seluruh warga sekolah menandatangani komitmen bersama melawan perundungan.
Manfaat dan Dampak Proyek
Proyek ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang perundungan, tetapi juga mengajarkan siswa pentingnya empati, kerja sama, dan tanggung jawab. Melalui kegiatan kreatif, siswa dapat menyampaikan pesan anti-perundungan dengan cara yang lebih efektif dan mudah diterima oleh teman sebaya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar