
Perbaikan Pintu Air ABC di Sungai Saradan, Indramayu
Pekerjaan rehabilitasi Pintu Air ABC Sungai Saradan di Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sempat menjadi perhatian masyarakat setempat. Beberapa petani mengeluhkan genangan air yang merendam lahan pertanian mereka, sehingga memengaruhi aktivitas pertanian dan potensi hasil panen.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak PT Hutama Karya (HK) memberikan penjelasan resmi. Menurut Humas HK, Ade, genangan air yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahan kontraktor. Hal ini disebabkan oleh dinamika pengelolaan air yang melibatkan permintaan warga dan faktor cuaca ekstrem.
Ade menjelaskan bahwa genangan air berasal dari limpahan Sungai Saradan yang dialirkan ke tengah area proyek. “Kemarin itu, air dari Saradan dibuang ke tengah memang atas permintaan warga sendiri. Jadi bukan inisiatif dari kami,” ujar Ade saat dihubungi wartawan pada Jumat 26 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa pihak HK telah menyampaikan potensi dampak genangan tersebut kepada masyarakat sebelumnya. “Kami sudah sampaikan risikonya, tapi petani waktu itu menyatakan ‘tidak apa-apa’. Mereka memahami situasi saat itu,” tambah Ade.
HK juga siap membantu dengan melakukan pengerukan (codet) sepanjang sekitar 200 meter jika air dari Saradan naik dan mengancam masuk ke Jongger serta jalur Pertamina.
Saat ini, curah hujan yang meningkat menyebabkan debit air Sungai Saradan kembali naik, sehingga area proyek kembali terendam. Namun, Ade menjamin bahwa kondisi tersebut bersifat sementara. “Air sudah mulai surut. Nanti akan dialirkan ke Cipanas 2, sehingga genangan di proyek akan berkurang secara bertahap,” jelasnya.
Ade juga menyampaikan bahwa kontrak proyek rehabilitasi Pintu Air ABC ini sejatinya berakhir pada 30 Januari 2026. Namun, karena faktor cuaca ekstrem dan kondisi lapangan lainnya, HK sedang mengajukan permohonan perpanjangan waktu kepada pemilik proyek.
“Kami sudah ajukan addendum waktu. Mudah-mudahan bisa dipertimbangkan, mengingat curah hujan tinggi dan beberapa kendala teknis lain yang di luar kendali kami,” harap Ade.
Proyek rehabilitasi Pintu Air ABC Sungai Saradan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan sistem pengendalian banjir dan irigasi di wilayah Indramayu utara. Pintu air tersebut memiliki peran vital dalam mengatur distribusi air untuk ribuan hektare sawah di Kecamatan Losarang dan sekitarnya.
Sejak dimulai, proyek ini diawasi ketat oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sebagai pemilik proyek, dengan HK sebagai pelaksana utama. Keluhan petani muncul karena genangan air di sekitar lokasi proyek membuat akses ke lahan pertanian terganggu dan sebagian tanaman padi terancam rusak. Beberapa warga mengaku khawatir jika kondisi ini berlarut-larut akan berdampak pada hasil panen musim tanam kali ini.
Meski demikian, Ade menekankan bahwa HK tetap berkomitmen menyelesaikan proyek dengan kualitas terbaik tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat. “Kami terus berkoordinasi dengan warga, kepala desa, dan instansi terkait. Setiap keluhan kami tanggapi secara cepat dan transparan,” katanya.
Pihak HK juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG masih akan berlangsung hingga awal tahun depan. “Mari kita sama-sama menjaga saluran-saluran air agar tidak tersumbat, sehingga aliran bisa lancar dan risiko banjir bisa diminimalkan,” tutup Ade.
Proyek rehabilitasi Pintu Air ABC ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan sistem irigasi di Indramayu, yang selama ini rawan banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau. Dengan klarifikasi dari HK, diharapkan polemik kecil ini dapat segera reda dan pekerjaan konstruksi berjalan lancar hingga tuntas.
Dengan komunikasi yang semakin terbuka antara kontraktor, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan proyek ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi ribuan petani di wilayah Losarang dan sekitarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar