Membawa bantuan ke daerah terisolasi, DPD PDI-P Aceh tangani banjir

Aksi Kemanusiaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Aceh

DPD PDI-P Aceh terus bergerak untuk memobilisasi aksi kemanusiaan bagi para korban banjir bandang yang melanda wilayah Aceh. Sejak bencana mulai terjadi, DPD PDI-P Aceh telah menurunkan bantuan langsung ke beberapa daerah seperti Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Utara.

Aksi ini dilakukan bersama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di setiap daerah terdampak, serta para kader dan relawan yang berupaya menembus genangan air dan lumpur agar bisa menjangkau desa-desa yang terisolasi akibat banjir.

Ketua DPD PDI-P Aceh sekaligus Anggota DPR RI Komisi XIII Dapil Aceh I, Jamaluddin Idham menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan pendataan dan pemetaan sejak hari pertama bencana. Ia menyebutkan bahwa banyak daerah yang tidak dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat, seperti Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.

Meski medan sulit, bantuan pangan dan kebutuhan darurat tetap bisa disalurkan melalui DPC setempat. “Alhamdulillah, meskipun medan sulit, kami bisa tangani berkat koordinasi yang baik, kerja keras kader di tingkat DPC dan relawan, bantuan dapat tersalurkan,” ujar Idham dalam keterangan resminya.

Hingga Senin (8/12/2025), penyaluran bantuan DPD PDI-P Aceh telah mencakup 13 kabupaten, termasuk Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Singkil, Aceh Barat, dan Aceh Tenggara. Bantuan ini disalurkan melalui DPC setempat.

Operasi Kemanusiaan yang Terus Berlangsung

Operasi kemanusiaan yang dilakukan oleh DPD PDI-P Aceh terus diperkuat. Mulai dari pembagian beras sebanyak 1,5 ton, ribuan paket sembako, pendirian dapur umum di beberapa titik, layanan Rumah Sakit (RS) Apung, penyediaan air bersih, obat-obatan, hingga pembentukan relawan siaga.

“Sampai hari ini, kita masih berada di lokasi bencana. Kemarin kurang lebih sudah ada 1,5 ton beras yang tersalurkan, ribuan paket sembako, air bersih untuk sanitasi, pendirian dapur umum, obat-obatan, dan pembentukan relawan siaga. Yang terpenting, kita juga masih menunggu kedatangan RS Apung dari Batam,” jelas Idham.

Untuk diketahui, pada Rabu (3/12/2025), PDI-P mengerahkan RS Apung “Laksamana Malahayati” yang berlayar dari Batam menuju Langsa. Kapal ini disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga di Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Timur, hingga Aceh Utara.

Idham bertugas memimpin koordinasi pengerahan RS Apung sebagai wujud kehadiran nyata partai untuk warga terdampak bencana. “Perjalanan (bantuan) ini adalah wujud komitmen kami untuk hadir di tengah rakyat. Bukan hanya di kota, tetapi sampai ke desa-desa terjauh yang terisolir akibat bencana,” ucapnya.

Idham menegaskan bahwa DPD PDI-P Aceh akan terus bergerak menembus titik-titik kritis di Aceh Timur dan Aceh Tamiang hingga seluruh masyarakat terdampak mendapatkan bantuan yang layak. Ia pun meminta doa dan dukungan agar Aceh dapat segera pulih seperti sedia kala.

Respons Masyarakat dan Dukungan DPP PDI-P

Saat tiba di Aceh Tamiang, rombongan DPD PDI-P Aceh mendapat sambutan hangat dari warga desa terisolir. Mereka secara spontan mengangkat “Salam Metal” tiga jari khas PDI-P sebagai ungkapan terima kasih.

“Alhamdulillah, terima kasih PDI Perjuangan, terima kasih Bapak Jamaluddin Idham,” ujar seorang ibu sambil memeluk paket sembako, menggambarkan rasa lega dan harapan masyarakat.

Respons tanggap darurat DPD PDI-P Aceh juga mendapat dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI-P Tri Rismaharini, yang tiba di Aceh pada Selasa (2/12/2025). Risma hadir membawa bantuan logistik dan satu unit mobil tangki air bersih untuk mengatasi krisis sanitasi. Bantuan ini difokuskan untuk wilayah yang terputus akses, seperti Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan