
Peringatan Hari Menanam Pohon Dunia di Lumajang
Peringatan Hari Menanam Pohon Dunia kali ini ditandai dengan kegiatan penanaman pohon di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperkuat komitmen masyarakat terhadap lingkungan dan upaya mencapai target emisi nol bersih (net zero emission/NZE) di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung dalam acara tersebut. Ia menanam pohon di kawasan tersebut pada Jumat (12/12/2025). Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa perubahan besar menuju NZE harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang nyata. Ia menyebutkan bahwa capaian NZE tahun 2050 bisa diwujudkan jika seluruh lapisan masyarakat bergerak bersama dan menjalankan langkah konkret.
Jika Indonesia menargetkan NZE 2060, kita bisa mempercepat hingga 2050 jika seluruh elemen bergerak bersama, bersinergi, dan menjalankan langkah nyata, ujar Khofifah.
Menurutnya, daerah seperti Lumajang memiliki posisi penting dalam mendukung target ini. Topografi wilayah Lumajang yang memiliki kekayaan alam melimpah, wilayah pegunungan, serta potensi rawan bencana, membuatnya menjadi salah satu daerah yang layak untuk menjadi contoh dalam penghijauan dan ketahanan lingkungan.
Khofifah optimistis bahwa Lumajang bisa menjadi contoh daerah yang memperkuat ketahanan lingkungan melalui penghijauan. Ia menambahkan bahwa percepatan menuju NZE tidak cukup hanya dengan kebijakan, tetapi juga memerlukan konsistensi dan budaya kerja hijau.
Ia berbagi pengalamannya yang telah menanam pohon setiap ulang tahun sejak 1991, serta mengajak masyarakat mengubah tradisi mengirim bunga papan menjadi memberi tanaman hidup.
Hidup itu menghidupkan. Urip iku gaw urub. Mari kita menanam dan menjaga daya dukung alam, pesannya.
Partisipasi Publik Menuju NZE
Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, menilai kegiatan tersebut menjadi momen berharga dalam memperkuat partisipasi publik terhadap percepatan NZE. Ia menekankan pentingnya peran aktif warga, pelajar, serta komunitas lokal dalam gerakan menanam pohon.
Setiap pohon yang ditanam bukan sekadar tanaman hidup, tetapi juga bentuk kontribusi masyarakat Lumajang untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan, kata Indah.
Indah berharap Lumajang dapat menjadi penggerak utama dalam mewujudkan masa depan rendah emisi di Jawa Timur. Ia menekankan bahwa budaya penghijauan di Lumajang adalah investasi nyata. Setiap pohon yang hidup adalah nafas baru bagi generasi mendatang dan bukti bahwa target 2050 bukan hal mustahil.
Peran Masyarakat dalam Gerakan Penghijauan
Kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya dilakukan oleh pejabat, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat luas. Berbagai komunitas lokal, pelajar, dan organisasi lingkungan turut serta dalam kegiatan ini. Mereka berkontribusi dalam menanam pohon dan merawatnya agar tumbuh secara optimal.
- Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup pohon yang ditanam.
- Pelajar dan komunitas lokal diajak untuk berperan aktif dalam program penghijauan.
- Kegiatan ini menjadi ajang edukasi tentang pentingnya lingkungan dan peran individu dalam menjaga keberlanjutan.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun ada tantangan dalam mencapai target NZE, kegiatan seperti ini membuka peluang besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan lingkungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, target emisi nol bersih dapat dicapai lebih cepat.
- Kesadaran masyarakat akan lingkungan semakin meningkat.
- Kolaborasi antara berbagai pihak diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.
- Edukasi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar