
Belasan lapak berjejer di pinggir Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tidak jauh dari Pasar Mayestik. Pedagang-pedagang tersebut sebelumnya menjajakan dagangannya di Pasar Taman Puring.
Pasar Taman Puring terbakar pada 28 Juli 2025. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun seluruh kios, kurang lebih 500 unit, ludes terbakar dan hingga kini masih luluh lantak.
Berdasarkan pantauan, Jumat (2/1), masih ada sisa puing-puing bekas kebakaran yang dibiarkan begitu saja di Pasar Taman Puring. Belum ada tanda-tanda pembangunan kembali alias revitalisasi.
Rendi, salah satu pedagang di Pasar Taman Puring, mengatakan para pedagang terpaksa lanjut berdagang di pinggir jalan pascakebakaran. Dia mengaku sudah mendengar rencana pembangunan kembali akan dilakukan setelah Lebaran.
"Iya dari Juli sampai sekarang (berjualan di pinggir jalan). Ya ada yang bilang sih (revitalisasi) nanti habis Lebaran," ungkapnya.

Sementara itu, pedagang Pasar Taman Puring lainnya, Amar, juga terpaksa kembali berjualan sepatu meski belum ada revitalisasi karena butuh penghidupan untuk keluarganya.
"(Waktu kebakaran) ludes semua. Sudah 4 bulan jualan di sini ya buat nyari ini aja, buat makan," ujarnya.
Menurutnya, Pasar Taman Puring sudah menjadi ciri khas Jakarta Selatan yang terkenal hingga ke mancanegara. Dia berharap pemerintah menepati janjinya untuk membangun kembali pasar tersebut.
"Kita berharap sih mudah-mudahan pemerintah punya niat bangun lagi, masalahnya ini kan ikon Jakarta Selatan dari dulu sudah terkenal ke mancanegara, terkenal second-second, brand sepatu, aksesoris, jam, mau kacamata juga ada," jelas Amar.
Rasa kehilangan tidak hanya dirasakan para pedagang. Slamet, warga Bintaro, Tangerang Selatan, mengaku sudah langganan membeli sepatu di Taman Pasar Puring bahkan diwariskan kepada seluruh anak-anaknya.

"Makanya kita nyesel banget ini habis kebakar, kenapa enggak dibangun-bangun ya? Kita merasa kehilangan," keluhnya.
Slamet tengah mencari sepatu untuk anaknya yang sedang kuliah di Universitas Diponegoro (Undip). Dia menilai, sepatu yang dijual di Pasar Taman Puring cenderung lebih murah dengan kualitas yang tidak dibandingkan toko lainnya.
"Saya nyarinya ke sini, anak saya laki-laki semua soalnya ukurannya gede, kalau di sini harganya kan terjangkau, kalau di toko harganya bisa Rp 600 ribu sampai 1 juta. Kalau di sini aman. harga aman, barangnya bagus," terangnya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan akan segera melakukan revitalisasi Pasar Taman Puring. Ia mengakui, ini sudah kali ketiga tersebut terbakar. Oleh karenanya, upaya pencegahan kebakaran ke depan akan disiapkan, salah satunya dengan mewajibkan adanya alat pemadam api ringan (APAR).
"Kita akan tentunya tetap akan kita perbaiki, kita persiapkan. Karena pasar itu adalah pasar rakyat yang dibutuhkan oleh rakyat setempat dan itu pasar yang aktivitasnya masih sangat tinggi," kata Pramono di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Selasa (29/7).
Keberlanjutan Pasar Taman Puring
Pasar Taman Puring bukan hanya tempat berdagang, tapi juga bagian dari identitas masyarakat Jakarta Selatan. Para pedagang dan pengunjung memiliki hubungan emosional yang kuat dengan pasar ini. Mereka melihat pasar sebagai pusat ekonomi yang telah bertahun-tahun memberikan keuntungan dan kebutuhan bagi banyak orang.
Berikut beberapa aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam revitalisasi:
Pemulihan ekonomi: Dengan adanya revitalisasi, para pedagang dapat kembali berdagang dengan aman dan nyaman. Ini akan membantu meningkatkan pendapatan mereka serta mengembalikan kepercayaan konsumen.
Peningkatan keselamatan: Upaya pencegahan kebakaran seperti pemasangan APAR dan sistem peringatan dini harus menjadi prioritas utama. Hal ini akan mencegah kejadian serupa terulang.
Pengembangan infrastruktur*: Revitalisasi harus mencakup perbaikan struktur bangunan, penataan ruang, dan fasilitas umum agar pasar lebih nyaman dan efisien.
Harapan Masyarakat
Para pedagang dan warga sekitar sangat berharap pemerintah dapat segera merealisasikan rencana revitalisasi. Mereka yakin bahwa Pasar Taman Puring memiliki potensi besar untuk kembali menjadi pusat perdagangan yang berkembang.
Selain itu, keberadaan pasar ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan dan penggemar belanja. Banyak orang yang datang dari berbagai daerah untuk mencari produk-produk unik yang hanya tersedia di pasar ini.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, Pasar Taman Puring dapat bangkit kembali dan kembali menjadi ikon kota Jakarta Selatan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar