Pergantian Tahun di Jakarta: Suasana yang Berbeda dan Harapan untuk Masa Depan
Malam pergantian tahun 2025 ke 2026 di pusat kota Jakarta hadir dengan nuansa yang berbeda. Rabu malam (31/12/2025), ruas protokol Sudirman–Thamrin ditutup dari kendaraan bermotor, memberi ruang bagi ribuan warga menikmati suasana Car Free Night (CFN) tanpa deru mesin.
Lampu panggung berkilau, musik bergema, aroma jajanan kaki lima berpadu dengan riuh sorak penonton—menjadikan detik-detik pergantian tahun terasa lebih hidup dan penuh warna. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan delapan panggung hiburan di titik-titik strategis: Lapangan Banteng, MH Thamrin, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas BNI 46, Semanggi, BEI/SCBD, dan FX Sudirman. Konser musik, pertunjukan seni, hingga hiburan interaktif digelar gratis untuk masyarakat.
Panggung di Bundaran HI dan Lapangan Banteng diprediksi menjadi pusat keramaian, sementara SCBD dan FX Sudirman menawarkan suasana lebih santai. Di antara semua panggung tersebut, Sarinah menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh warga.
Tiara Andini Jadi Magnet Hiburan
Liputan langsung menunjukkan bahwa ribuan warga mulai memadati panggung hiburan di depan Mal Sarinah. Sebagian berdiri rapat di depan panggung, sementara lainnya duduk santai di atas aspal jalan menanti detik pergantian tahun. Sorotan utama malam itu adalah penampilan Tiara Andini, yang menjadi magnet hiburan bagi pengunjung.
Di tengah keramaian, Kurdi (33) dan istrinya Putri (27), warga Ciracas, Jakarta Timur, memilih duduk di atas barrier jalur Transjakarta. Mereka menikmati kacang goreng sambil menonton konser. “Ya memang udah direncanakan sih dari kemarin-kemarin mau ke sini (Car Free Night),” kata Kurdi. “Tadi dari jam 16.00. Ya kita di sini sampai nanti pergantian tahun,” tambahnya.
Kurdi menuturkan, mereka akan bergeser ke Bundaran HI untuk menonton D’Masiv, sembari menunggu detik pergantian tahun. Di sela obrolan tentang hiruk pikuk malam tahun baru, Kurdi menyampaikan keprihatinannya atas kondisi masyarakat yang masih terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November hingga awal Desember 2025. Bencana tersebut bukan hanya merusak infrastruktur dan rumah warga, tetapi juga merenggut lebih dari seribu nyawa. Ratusan ribu orang terpaksa mengungsi, meninggalkan kampung halaman mereka demi bertahan hidup.
“Ya semoga Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi ya, terutama untuk yang sedang terkena bencana alam, semoga cepat pulih,” ujarnya. Sebagai wiraswasta, ia juga berharap ekonomi nasional membaik. “Dan saya rasa untuk perekonomian juga saat ini masih kurang lah, mudah-mudahan di tahun 2026 bisa pulih kembali,” pungkasnya sambil tersenyum.
Suasana Tanpa Deru Mesin
Untuk memastikan kelancaran Car Free Night, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan rekayasa arus lalu lintas. Kendaraan pribadi dialihkan ke jalur alternatif seperti Jalan Galunggung, Jalan Tendean, Juanda, Suryopranoto, hingga Tomang. Warga dianjurkan memanfaatkan transportasi umum—mulai dari TransJakarta, MRT Jakarta, hingga KRL Commuter Line—agar terhindar dari kemacetan dan bisa lebih nyaman menikmati suasana malam pergantian tahun tanpa deru mesin.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar