
nurulamin.pro, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan bahwa harga pangan untuk kebutuhan pokok tetap terkendali menjelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa pasokan dan harga komoditas pangan saat ini masih dalam kondisi stabil. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Secara umum, pasokan dan harga bahan pokok terkendali. Tidak ada peningkatan signifikan, meskipun ada beberapa komoditas yang sedikit melampaui HET,” ujar Budi Santoso saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Namun, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan. Salah satu contohnya adalah telur ayam ras, yang mengalami tren kenaikan dari bulan Mei 2025 hingga pekan kedua Desember 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan bahwa kenaikan harga telur ayam ras terjadi di 48,9% wilayah Indonesia atau sekitar 176 kabupaten/kota. “Harga telur ayam ras kini berada di atas HAP konsumen sebesar Rp30.000 per kilogram. Rata-rata harga saat ini mencapai Rp32.287 per kilogram, naik 1,84% dibandingkan November 2025,” jelasnya dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (15/12/2025).
Harga tertinggi telur ayam ras tercatat di Kabupaten Mamberamo Tengah dan Intan Jaya dengan harga Rp100.000 per kilogram, sementara harga terendah tercatat di kisaran Rp24.333 per kilogram.
Selain telur ayam ras, harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan. Rata-rata harga daging ayam ras pada pekan kedua Desember 2025 berada di atas HAP, yaitu Rp40.039 per kilogram. HAP konsumen untuk daging ayam ras ditetapkan sebesar Rp40.000 per kilogram.
“Kenaikan harga daging ayam ras sebesar 4,02% terjadi di 63,33% wilayah Indonesia atau sekitar 228 kabupaten/kota,” tambah Pudji.
Harga tertinggi daging ayam ras tercatat di Kabupaten Intan Jaya dengan harga Rp100.000 per kilogram, sedangkan harga terendah berada di kisaran Rp23.200 per kilogram.
Menurut penelusuran Bisnis sebelumnya, kenaikan harga paling signifikan terjadi pada aneka cabai. Asep (35), pedagang di Pasar Parung Panjang, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit merah kini mencapai Rp85.000 per kilogram, meningkat dari Rp40.000–50.000 per kilogram pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, harga cabai rawit hijau mencapai Rp70.000 per kilogram, dan cabai merah keriting sebesar Rp60.000 per kilogram. Untuk bawang merah, harga turun menjadi Rp40.000 per kilogram dari biasanya Rp45.000–Rp50.000 per kilogram. Bawang putih reguler berada di angka Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang putih kating mencapai Rp65.000 per kilogram.
Bagas (30), pedagang ayam, juga mengungkapkan kenaikan harga daging ayam menjelang Nataru. Daging ayam dijual Rp50.000 per ekor, dengan harga yang lebih tinggi untuk ukuran besar.
Harga daging sapi mencapai Rp125.000 per kilogram, dengan potensi kenaikan hingga Rp130.000 per kilogram menjelang Nataru. Sementara itu, harga telur ayam mulai merangkak naik menjadi Rp31.000 per kilogram, dengan potensi mencapai Rp32.000 per kilogram pada Nataru.
Untuk komoditas lain, tomat ukuran kecil dijual Rp10.000 per kilogram, sementara tomat besar Rp12.000. Harga tepung terigu kemasan masih di kisaran Rp12.000 per kilogram, sedangkan tepung terigu curah Rp8.000 per kilogram.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar