Mendekati Nataru, 5 Cara Cepat Dapat Untung dari Asuransi Perjalanan

Tren Pertumbuhan Asuransi Perjalanan di Indonesia


PT Asuransi Asei Indonesia memproyeksikan pertumbuhan bisnis asuransi perjalanan hingga akhir 2025. Hal ini didorong oleh momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya menjadi waktu puncak permintaan. Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Achmad Suidyar Dalimunthe, menjelaskan bahwa sepanjang kuartal IV setiap tahunnya, permintaan asuransi perjalanan baik untuk domestik maupun internasional cenderung meningkat.

“Beberapa perusahaan asuransi di Indonesia juga melaporkan pertumbuhan premi asuransi perjalanan signifikan sepanjang 2025 yang mengindikasikan tren kenaikan,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Meskipun demikian, Dody menyatakan bahwa di perusahaan tersebut, asuransi perjalanan belum menjadi kontributor utama. Sebab, anak perusahaan BUMN Indonesia Re ini baru saja melakukan transformasi bisnis ke segmen retail. Menurutnya, kontribusi asuransi perjalanan di perusahaan masih kecil karena lini utamanya tetap berasal dari kendaraan, properti, dan kesehatan. Namun, bagi perusahaan yang mengedepankan digital atau niche, asuransi perjalanan bisa menjadi bagian utama dari portofolio.

Lima Strategi Pemasaran Asuransi Perjalanan

Dody membeberkan lima strategi pemasaran asuransi perjalanan yang biasa digunakan perusahaan selama periode Nataru:

  • Promo Produk dan Bundling
    Perusahaan sering kali melakukan promo produk asuransi perjalanan sambil bundling dengan produk lain. Selain itu, pemerintah atau industri juga membuat diskon tiket dan penawaran, sehingga perusahaan asuransi kerap berkolaborasi dengan travel agent maupun airlines.

  • Distribusi Melalui Mitra Bisnis
    Produk asuransi ditempatkan melalui mitra bisnis seperti travel agent, marketplace tiket, dan platform digital. Ini membantu menjangkau lebih banyak pelanggan secara efisien.

  • Asuransi Mikro dengan Pay-per-Trip
    Perusahaan menawarkan produk asuransi mikro dengan opsi pay-per-trip atau on-demand untuk proteksi keterlambatan. Produk ini memiliki harga lebih kompetitif dan mudah dibeli saat checkout tiket.

  • Segmentasi Pasar
    Pemasaran dilakukan ke segmen tertentu seperti pelancong muda (Gen Z), keluarga, dan wisatawan internasional. Manfaat atau fitur disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segment.

  • Dynamic Pricing Saat Nataru
    Perusahaan menerapkan penentuan harga dinamis saat Nataru. Premi untuk paket yang mencakup keterlambatan atau jaminan pembatalan biasanya dinaikkan saat permintaan tinggi. Namun, banyak perusahaan memilih promo atau menahan kenaikan harga agar tetap kompetitif.

Perspektif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Sependapat dengan pandangan Dody, Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset Trinita Situmeang menyatakan bahwa permintaan asuransi perjalanan mulai meningkat sejak Oktober 2025. Ia menilai produk asuransi perjalanan bisa menjadi salah satu elemen pertumbuhan yang sustainable, meskipun kontribusinya belum terlalu besar.

“Pada tahap tertentu, manakala liburan menjadi kebutuhan masyarakat. Generasi per generasi memiliki cara berbeda dalam menyikapi liburan, tapi saya kira untuk generasi yang lebih muda, semangat liburannya lebih wah,” ujarnya.

Trinita juga menjelaskan bahwa saat ini, produk asuransi perjalanan masih dominan dalam bentuk paket travel daripada pembelian secara pribadi. “Drive-nya saat ini banyaknya untuk yang travel. Karena ada beberapa kewajiban, checklist harus ada asuransi. Kalau mau bepergian, apalagi mengurus visa, harus ada asuransi,” katanya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan