
Mendengkur dan Hubungannya dengan Kesehatan Jantung
Mendengkur saat tidur, terutama jika terjadi secara berat dan berulang, bisa menjadi tanda awal dari gangguan kesehatan jantung. Menurut dr. Nithin Adappa, seorang direktur bedah, mendengkur terjadi akibat getaran pada saluran napas bagian atas.
“Mendengkur disebabkan oleh getaran pada area mana pun di saluran napas atas. Hal ini dapat berasal dari sumbatan pada rongga hidung, langit-langit lunak, atau pangkal lidah,” ujarnya.
Keparahan mendengkur cenderung meningkat seiring bertambahnya usia karena jaringan lunak pada saluran napas semakin rileks saat seseorang tidur. Faktor lain seperti konsumsi alkohol, struktur saluran napas yang sempit, masalah hidung, riwayat keluarga, hingga berat badan berlebih juga dapat memperburuk dengkuran.
Dengkuran ringan biasanya tidak berbahaya. Namun, jika mendengkur berat atau disertai jeda napas, mengorok bisa menjadi tanda dari obstructive sleep apnea (OSA).
Tanda-Tanda OSA
Tanda lain OSA meliputi terbangun sambil terengah, rasa kantuk berlebihan di siang hari, atau napas terhenti saat tidur yang disadari pasangan. OSA adalah kondisi ketika adanya sumbatan atau penyempitan pada saluran napas menghambat aliran udara melalui tenggorokan saat seseorang tidur.
Kekurangan aliran udara ini dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah dan membuat otak memicu refleks untuk membangunkan tubuh agar kembali bernapas. Meskipun refleks ini penting untuk mempertahankan napas, gangguan tidur yang terjadi berulang kali dapat memengaruhi fungsi tubuh secara keseluruhan.
OSA dan Risiko Penyakit Jantung
Ahli bedah kepala dan leher dr. Marilene B. Wang menegaskan bahwa OSA berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan jantung. “Jika seseorang memiliki obstructive sleep apnea, mereka dapat memiliki peningkatan risiko penyakit jantung,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tubuh harus bekerja lebih keras untuk bernapas saat tidur, sementara jeda napas yang berulang menyebabkan kadar oksigen turun dan memberi tekanan pada jantung. Di sisi lain, dr. Dana L. Crosby menambahkan bahwa OSA dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, hingga serangan jantung, dan gagal jantung.
Penelitian dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa OSA meningkatkan risiko gagal jantung sebesar 140 persen, stroke sebesar 60 persen, dan penyakit jantung koroner sebesar 30 persen. American Heart Association (AHA) juga mencatat bahwa 40-80 persen pasien dengan hipertensi, gagal jantung, penyakit arteri koroner, fibrilasi atrium, dan stroke memiliki OSA. Namun, kondisi ini sering kali tidak dikenali dan tidak ditangani.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Jika kebiasaan ngorok mulai terasa mengganggu, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Crosby menjelaskan bahwa dokter kemungkinan akan merekomendasikan pemeriksaan tidur atau polisomnografi jika mencurigai adanya sleep apnea.
Setelah diagnosis ditetapkan, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan untuk menentukan pengaturan CPAP (continuous positive airway pressure). “CPAP adalah alat umum yang biasanya menjadi langkah pertama untuk mengatasi sleep apnea,” kata Crosby.
Selain penggunaan CPAP, beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu meredakan OSA ringan, seperti membatasi konsumsi alkohol, tidur menyamping, menggunakan bantal penyangga, serta mengatasi hidung tersumbat. Menurunkan berat badan juga terbukti membantu.
“Saat kita menurunkan berat badan, dinding tenggorokan dan lidah menjadi lebih tipis dan ruang untuk bernapas menjadi lebih besar,” kata dr. Ofer Jacobowitz. Jacobowitz menambahkan bahwa kondisi sebaliknya juga bisa terjadi, penambahan berat badan dapat membuat dengkuran semakin parah dan memicu sleep apnea.
Dalam beberapa kasus, pembedahan dapat dilakukan untuk mengurangi jaringan berlebih seperti amandel yang membesar, langit-langit mulut yang panjang, atau untuk meluruskan struktur hidung. Namun, prosedur ini biasanya direkomendasikan jika CPAP tidak efektif atau sulit ditoleransi. CPAP sendiri tetap menjadi pilihan utama dalam perawatan sleep apnea.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar