Menganyam Tradisi Jadi Karya Bambu Berkualitas Tinggi

Perkembangan Usaha Anyaman Bambu di Desa Tegal Maja

Di Desa Tegal Maja, Kecamatan Kragilan, Serang, Banten, keahlian menganyam bambu telah menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat setempat. Awalnya, upaya untuk mengembangkan anyaman bambu tradisional menjadi lebih modern dimulai oleh Kepala Desa Tegal Maja, Muhamad Iksan. Tujuannya adalah untuk memperkuat ekonomi lokal dan memberdayakan warga desa.

Rini Purwati, pengelola Kelompok Perajin Tema Bambu Collection, menjelaskan bahwa keterampilan menganyam bambu ini sudah turun-temurun sejak nenek moyang mereka. "Kami bukan pelaut, tapi penganyam," ujarnya dengan senyum.

Tema Bambu Collection didirikan pada 2 Februari 2022. Tujuan utamanya adalah untuk memberdayakan masyarakat di tengah proses pemulihan pasca-pandemi. Saat ini, kelompok ini terdiri dari lebih dari 30 perajin, yang sebagian besar adalah perempuan. Produk yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari keranjang bingkisan atau hampers hingga berbagai barang kreasi anyaman bambu lainnya.

Produk-produk yang paling diminati adalah keranjang bingkisan yang sering digunakan dalam perayaan hari-hari besar. Harga produk berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 500.000. Selain itu, Tema Bambu Collection juga menerima pesanan custom dari pembeli.

Untuk memproduksi barang-barang tersebut, dibutuhkan sekitar 150 batang bambu per bulan. Bambu-bambu ini diperoleh dari wilayah sekitar Kecamatan Kragilan. Dalam upaya menjaga keberlanjutan bahan baku, Tema Bambu Collection mendapatkan dukungan dari Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Serang Mill.

IKPP Serang Mill menanam 1.000 bibit pohon bambu sebagai bentuk dukungan terhadap usaha anyaman bambu ini. Selain itu, mereka juga membuka peluang untuk menggerakkan ekonomi sirkular dengan menggunakan kembali tali bagi para perajin. Dukungan ini tidak hanya terbatas pada penyediaan bahan baku, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas.

APP Sinar Mas memfasilitasi Tema Bambu Collection untuk mengikuti berbagai pameran seperti Tjipta UMKM Fair. Rini menyebutkan bahwa kelompok ini telah mengikuti beberapa pameran penting, termasuk Inacraft dan Trade Expo Indonesia.

Saat ini, produk Tema Bambu Collection telah dipasarkan ke berbagai daerah, terutama Banten, Jakarta, dan Cikarang. Selain itu, kelompok ini juga sedang menjajaki pasar ekspor. Beberapa sampel telah dikirim ke Arab Saudi, Malaysia, dan Filipina. Meskipun penjajakan ekspor masih melalui pihak ketiga, Rini mengungkapkan bahwa ada langganan yang memesan produk untuk dikirim ke negara-negara tersebut.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Tema Bambu Collection terus berkembang dan menjadi contoh sukses dalam pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan tradisional yang diubah menjadi usaha modern.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan