
Hari Pertama Masuk Kerja Setelah Libur Panjang
Hari pertama masuk kantor setelah libur panjang biasanya bisa membawa dua keadaan yang berbeda. Pertama, pegawai datang dengan antusias dan siap bekerja lagi dengan penuh semangat. Kedua, ada juga yang merasa ogah-ogahan, bahkan tidak datang karena belum puas dengan liburan. Apakah kamu termasuk yang mana?
Khususnya pada tanggal 2 Januari 2026, hari tersebut menjadi hari terjepit di antara libur tanggal 1 Januari 2026 dan akhir pekan Sabtu-Minggu atau harpitnas (Hari Terjepit Nasional). Bagi beberapa pegawai yang mengambil cuti di tanggal 29, 30, dan 31 Desember, tanggal 2 Januari 2026 bisa sangat mengesalkan. Ditambah lagi, ada kebijakan dari atasan yang melarang cuti menyeberang tahun dari 2025 ke 2026. Jadi, tanggal 2 Januari 2026 harus tetap masuk dengan gembira.
Setelah sekitar setengah harian beraktivitas di kantor, saya mendapatkan informasi bahwa pegawai pemda masih dalam masa libur, begitu juga wilayah Papua. Apakah kita perlu iri? Tentu tidak. Terima saja kebijakan atasan langsungmu. Bos di kantor adalah kiblat dalam melaksanakan pekerjaan. Jadi jangan iri-iri atau melihat ke kanan-kiri. Pasang kacamata kuda dan berjalan lurus ke depan.
Tapi, yang ingin saya bahas dalam artikel ini bukanlah soal penentuan hari libur yang tidak seragam, melainkan mengapa kita jadi malas masuk kerja setelah libur panjang? Dan apa yang harus kita lakukan agar tetap semangat masuk kerja?
Malas masuk kerja setelah libur panjang itu wajar. Saya sendiri, libur selama 8 hari full akhir tahun kemarin, termasuk 3 hari cuti. Saya menggunakan kesempatan itu untuk mudik ke Malang. Saya meluangkan waktu bersama keluarga, menemani mama yang sedang sakit, mencoba kuliner, dan jalan-jalan bersama kakak dan papa. Saya ingin ada quality time bersama keluarga. Itulah sebabnya saat mudik saya tidak menghubungi teman-teman di Malang, karena saya tidak bisa meluangkan waktu untuk meet up.
Saya kembali ke Makassar pada tanggal 1 dengan pesawat jam 6 malam dan tiba di Makassar sekitar pukul 9. Setelah mengurus bagasi, perjalanan ke rumah, beres-beres, dan lain-lain, saya baru bisa istirahat di rumah sekitar pukul sebelas malam. Paham kan, besoknya saya mengantuk dan jadi malas berangkat kerja. Mungkin ada banyak pegawai yang seperti saya, ya? Tapi saya yakin, pegawai yang tetap berangkat dengan semangat lebih banyak lagi.
Pagi hari, saya bersiap dengan stelan celana training dan kaos karena ada informasi di grup kantor bahwa Jumat, 2 Januari 2026 adalah Jumat bersih. Jadi kami akan bersih-bersih ruangan atau kerja bakti. Informasi ini membuat saya merasa agak ringan berangkat kerja. Minimal satu sampai dua jam pertama agak santai kerja bakti.
Dari cerita saya, bisa disimpulkan bahwa malas bekerja setelah libur panjang itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor:
- Belum cukup istirahat setelah pulang liburan. Badan masih capai, sudah harus kerja. Tapi ini risiko yang sudah diketahui. Kalau mau istirahat cukup, tidak boleh mepet pulang liburannya. Minimal sediakan satu hari untuk istirahat sebelum masuk kerja.
- Keenakan liburan. Yang namanya liburan pasti enak. Kita dapat melakukan aktivitas tanpa sibuk mengurus urusan kantor. Tidak diganggu. Yang libur di rumah saja, bisa bersih-bersih, masak-masak dengan tenang, yang liburan ke tempat wisata bisa relax lepas, yang kumpul keluarga bisa memperoleh quality time yang diinginkan. Terus harus cut dan kembali kerja, duh... boleh ga sih nambah sehari? Hehehe. Itulah kenapa rasa malas muncul.
- Ada hal yang belum sempat dilakukan saat libur. Ini biasanya bikin malas juga. Misalnya, membuat kandang ayam pas liburan. Pas masuk kantor ternyata kurang pintu kandang yang belum jadi. Jadi gemes kan, ayam-ayam belum bisa dikandangin, kok sudah harus masuk kerja. Hehehe, kalau ini harusnya manggil tukang aja nggak, sih?
- Banyak banget alasan malas. Kalau harus dilist, biar dua puluh halaman juga bakal masih ada terus.
Tips Mengatasi Rasa Malas Setelah Libur Panjang
Kembali ke cerita hari pertama saya bekerja di tahun 2026, akhirnya kami memang kerja bakti menyapu halaman kantor. Bapak-bapak juga sempat angkut batu, karena ada taman yang sedang dibangun di sisi kanan halaman kantor kami yang luas. Setelah kerja bakti, kami makan kolak pisang, lalu siap bekerja lagi karena ada laporan akhir tahun yang harus segera difinalisasi. Laporan akhir tahun yang disusun awal tahun, hehehe.
Hari pertama masuk kerja di tahun 2026, done! Welldone!
Nah, terus bagaimana sih, sebenarnya biar nggak malas masuk kerja setelah libur panjang? Berikut beberapa kiat berdasarkan pengalaman pribadi:
- Rasa malas harus dilibas. Siapkan barang-barang, berkas yang harus dibawa pada malam sebelum hari H. Hal ini membantu sekali agar esoknya tidak perlu tergopoh-gopoh pergi ke kantor.
- Kamu kerja dibayar negara (khusus pegawai pemerintahan/ASN), jadi tidak boleh leha-leha. Rugi negara dong, kalau bayar orang malas.
- ASN memiliki tagline: Berakhlak (berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif). Mengacu tagline tersebut dengan dua nilai saja yaitu berorientasi pelayanan dan loyal, kita harus tahu bahwa kita HARUS masuk kantor dengan kinerja optimal.
- Pekerjaan akan menumpuk kalau kamu bolos atau bermalas-malasan di hari pertama kerja. Minimal kamu mendata tunggakan pekerjaan yang seharusnya rampung di tahun 2025 tapi belum finish karena beberapa hal, dilanjutkan dengan mendata pekerjaan-pekerjaan besar yang menyongsong di tahun 2026. Dengan demikian, peta jalan kinerja di tahun 2026 akan menjadi jelas dan akan membantu kelancaran bekerja sepanjang tahun.
- Malu kalau makan gaji buta. Tahu kan, ASN itu sejatinya abdi negara. Abdi alias buruh. Masak sih, buruh kerja ongkang-ongkang kaki. Harus kerja keras, Brosis!
- Malu sama tetangga, malu sama diri sendiri, malu sama Allah. Yuk, katanya kerja itu ibadah. Jadi harus semangat kerja karena sama dengan semangat ibadah. Semoga Allah ridho. Ibadah nggak boleh setengah-setengah. InsyaAllah, aamiin...
Nah, gimana, masih mau malas-malasan lagi? Nggak harpitnas, nggak hari-hari biasa, malas harus dilibas. Malas itu manusiawi kok, tapi nggak lucu kalau tiap hari malas ... itu bukan manusiawi lagi. Intinya kita harus fokus pada tanggungjawab kita saja sebagai ASN dan umat beragama.
Tetap semangat dan sukses selalu. Salam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar