Mengapa Telur Ayam Fertil Tidak Boleh Dimakan, Ini Penjelasannya

Mengapa Telur Ayam Fertil Tidak Boleh Dimakan, Ini Penjelasannya

Telur Ayam Pedaging Bibit Tidak Cocok untuk Dikonsumsi

Tidak semua telur ayam yang terlihat baik dan normal aman untuk dikonsumsi. Salah satu contohnya adalah telur ayam pedaging bibit atau yang dikenal dengan telur fertil. Telur jenis ini tidak layak dikonsumsi karena memiliki sifat yang mudah rusak, masa simpan yang pendek, dan bukan dimaksudkan sebagai bahan pangan.

Perbedaan utama antara telur konsumsi dan telur fertil terletak pada proses pembentukannya. Telur konsumsi berasal dari ayam petelur komersial yang seluruhnya betina dan tidak mengalami pembuahan. Karena bersifat infertil, telur konsumsi aman dikonsumsi setelah disimpan dalam kondisi wajar. Sementara itu, telur fertil merupakan hasil pembuahan antara ayam betina dan pejantan, sehingga mengandung embrio. Jenis telur ini harus disimpan pada suhu rendah untuk mencegah kerusakan. Jika dibiarkan pada suhu ruang, embrio dapat berkembang sebagian dan membuat telur cepat busuk.

Fungsi Berbeda Antara Ayam Petelur dan Ayam Pedaging

Tujuan pemeliharaan ayam menentukan hasil produksinya. Ayam petelur komersial dipelihara untuk menghasilkan telur harian, sedangkan ayam broiler komersial dibesarkan khusus untuk diambil dagingnya dan tidak hidup cukup lama untuk bertelur. Karena itulah muncul berbagai galur ayam baik ras maupun lokal dengan karakteristik yang berbeda.

Ayam petelur komersial dipelihara untuk menghasilkan telur konsumsi setiap hari. Sedangkan ayam pedaging seperti broiler komersial dipelihara khusus untuk diambil dagingnya dan biasanya hanya hidup sekitar lima minggu sebelum dipotong. "Ayam broiler komersial hanya dipelihara singkat, sekitar lima minggu, lalu dipotong. Jadi, ayam pedaging tidak sampai bertelur," jelas Prof Niken Ulupi, Guru Besar Ilmu Ternak Unggas IPB University.

Berbeda lagi dengan ayam pedaging bibit (breeder broiler). Ayam jenis ini justru dipelihara untuk menghasilkan telur yang dibuahi disebut telur fertil yang nantinya akan ditetaskan menjadi anak ayam broiler.

Risiko Mengonsumsi Telur Fertil

Meskipun kandungan gizi telur fertil, seperti protein dan asam amino esensial, tidak jauh berbeda dari telur konsumsi, kualitas penyimpanannya sangat berbeda. Telur fertil lebih mudah rusak karena di dalamnya terdapat embrio hidup yang sensitif terhadap suhu dan kelembapan.

Selain aspek keamanan pangan, Prof Niken menambahkan bahwa penjualan telur fertil di pasar umum juga bisa mengganggu stabilitas harga telur konsumsi. Pasalnya, telur fertil dari industri pembibitan seharusnya tidak masuk ke rantai perdagangan umum.

Cara Membedakan Telur Konsumsi dan Telur Fertil

Untuk membantu masyarakat memilih telur yang aman dan sesuai peruntukannya, Prof Niken menyampaikan beberapa cara sederhana untuk mengenali perbedaan telur konsumsi dan telur fertil. Keduanya bisa dibedakan dari:

  • Warna kerabang (cangkang)
  • Bentuk telur
  • Penandaan atau kode produksi pada cangkang

Pengetahuan ini penting agar masyarakat dapat memilih telur yang aman, bergizi, dan sesuai dengan peruntukannya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan