Mengenal Delta Force, Pasukan Khusus AS yang Menangkap Maduro

Mengenal Delta Force, Pasukan Khusus AS yang Menangkap Maduro

Delta Force: Unit Rahasia yang Terlibat dalam Operasi Penangkapan Presiden Venezuela

Delta Force, unit operasi khusus paling elit Amerika Serikat (AS), menjadi perhatian global setelah disebut terlibat dalam operasi rahasia penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Operasi ini dilaporkan dilakukan bersama Resimen Operasi Khusus Penerbangan ke-160, sebuah unit militer yang dikenal sebagai salah satu unit terbaik di dunia.

Unit ini bermarkas di Fort Bragg, North Carolina, dan dikenal menangani misi-misi dengan risiko tinggi, termasuk penangkaban target penting. Meskipun detail pelaksanaan misi tetap dirahasiakan, informasi yang beredar menyebutkan bahwa pasukan AS menjalankan operasi dengan presisi luar biasa. Presiden AS Donald Trump bahkan memuji operasi tersebut sebagai "misi dengan ketepatan milimeter".

Detail Operasi dan Reaksi Internasional

Operasi besar-besaran ini dikonfirmasi oleh pihak berwenang AS, meski lokasi penahanan Maduro belum diungkapkan. Media lokal Venezuela melaporkan adanya ledakan yang terdengar di Caracas pada dini hari waktu setempat. Ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah strategis lainnya selama operasi berlangsung.

Selain itu, media internasional seperti Marca melaporkan aktivitas helikopter Apache dan Chinook di atas langit Caracas. Kedua jenis helikopter ini sering digunakan Delta Force dalam operasi transportasi dan serangan cepat.

Sejarah dan Struktur Delta Force

Delta Force secara resmi dikenal sebagai Detasemen Operasional Pasukan Khusus ke-1–Delta atau 1st SFOD-D. Unit ini didirikan pada tahun 1977 dan bermarkas di Fort Bragg. Pembentukannya terinspirasi dari Special Air Service (SAS) Angkatan Darat Inggris. Setelah kegagalan Operasi Eagle Claw pada 1980, militer AS membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan (JSOC), yang kemudian mengelola Delta Force.

Misi utama Delta Force mencakup kontra-terorisme, penyelamatan sandera, penangkapan atau eliminasi target bernilai tinggi, pengintaian khusus, dan perlindungan tingkat tinggi bagi pejabat penting. Mereka juga dilatih untuk melakukan penyusupan rahasia di pesawat, kapal, kendaraan, dan lingkungan perkotaan padat.

Kemampuan dan Rekrutmen

Struktur Delta Force terdiri dari beberapa skuadron utama yang terbagi ke dalam tim pengintaian dan penembak jitu, serta pasukan aksi langsung. Rekrutmen dilakukan secara sangat ketat, dengan mayoritas personel direkrut dari Green Berets dan Resimen Ranger ke-75. Proses seleksi fisik dan mental dianggap sebagai yang paling berat di dunia.

Operator Training Course (OTC) yang diberikan kepada anggota Delta Force berlangsung selama sekitar enam bulan, mencakup latihan medan ekstrem, pertempuran urban, anti-teror, dan operasi rahasia.

Operasi Terkenal dan Pengaruh Politik

Delta Force telah terlibat dalam sejumlah operasi besar, antara lain invasi Grenada pada 1983, penangkapan Presiden Panama Manuel Noriega pada 1990, serta operasi di Afghanistan dan Irak pasca-serangan 11 September. Mereka juga terlibat dalam operasi yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi pada 2019.

Dalam konteks Venezuela, analis menilai keterlibatan Delta Force menandai eskalasi besar kebijakan AS. Langkah ini dianggap sebagai pesan geopolitik kuat, menunjukkan kesediaan Washington menggunakan unit paling elitnya untuk menargetkan kepemimpinan negara yang dianggap bermusuhan.

Biodata Delta Force

  • Nama Resmi: Detasemen Operasional Pasukan Khusus ke-1–Delta (1st Special Forces Operational Detachment–Delta)
  • Nama Populer: Delta Force
  • Alias Lain: Combat Applications Group (CAG), Army Compartmented Elements (ACE)
  • Negara: Amerika Serikat
  • Cabang: Angkatan Darat Amerika Serikat (U.S. Army)
  • Komando: Joint Special Operations Command (JSOC)
  • Markas: Fort Bragg, North Carolina
  • Tahun Didirikan: 1977
  • Pendiri: Kolonel Charles Beckwith
  • Inspirasi Pembentukan: Special Air Service (SAS) Angkatan Darat Inggris
  • Jenis Unit: Unit operasi khusus elit (Tier 1)
  • Misi Utama: Kontra-terorisme, Penyelamatan sandera, Penangkapan atau eliminasi target bernilai tinggi, Pengintaian khusus, Perlindungan tingkat tinggi (VIP protection)
  • Kemampuan Khusus: Penembakan presisi tingkat tinggi, Pertempuran jarak dekat (CQB), Operasi rahasia dan penyamaran, Infiltrasi melalui udara, laut, dan darat, Operasi di lingkungan urban dan non-konvensional
  • Struktur Umum: Beberapa skuadron utama yang terbagi ke dalam: Tim pengintaian dan penembak jitu, Tim aksi langsung/penyerangan
  • Rekrutmen: Dipilih dari prajurit elit, terutama Green Berets dan Resimen Ranger ke-75, Proses seleksi fisik dan mental sangat ketat
  • Pelatihan: Operator Training Course (OTC) ±6 bulan, Latihan medan ekstrem, pertempuran urban, anti-teror, dan operasi rahasia
  • Operasi Terkenal: Operasi Eagle Claw (Iran, 1980), Operasi Urgent Fury (Grenada, 1983), Penangkapan Manuel Noriega (Panama, 1990), Operasi Gothic Serpent (Somalia, 1993), Operasi di Afghanistan dan Irak pasca-9/11, Operasi yang menewaskan Abu Bakr al-Baghdadi (2019)
  • Tingkat Kerahasiaan: Sangat tinggi. Sebagian besar misi tidak pernah diumumkan secara resmi



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan