
Kehadiran Doben, Anjing Pelacak yang Menjadi Pahlawan di Misa Natal
Di balik ketatnya pengamanan Misa Natal di Gereja Katedral Jakarta, ada sosok pahlawan berkaki empat yang mencuri perhatian. Ia adalah Doben, seekor anjing pelacak jenis Belgian Malinois yang mengemban tugas berat melaksanakan sterilisasi area dari ancaman bahan peledak.
Meski memiliki insting tajam untuk mengidentifikasi ancaman di area pertemuan besar, Doben ternyata punya sisi unik yang kontras dengan tugasnya yang berbahaya. Sebagai veteran penjaga tamu negara, Doben yang "berdinas" di Korsabhara Baharkam Polri ini bukanlah sosok baru di dunia pengamanan VVIP.
Di usianya yang menginjak 7 tahun, ia merupakan "veteran" dengan rekam jejak yang mentereng. Doben tercatat pernah bertugas di berbagai event internasional yang digelar di Indonesia. Mulai dari hiruk-pikuk Sirkuit Mandalika, pengamanan di Labuan Bajo, hingga menjaga kondusivitas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali serta Indonesia-Africa Forum (IAF).
Pengalamannya menjelajahi berbagai lokasi strategis menjadikannya salah satu aset penting dalam setiap operasi pengamanan besar.
“Usia 7 tahun ini tergolong masih sangat produktif bagi anjing pelacak. Doben sudah bertugas selama 7 tahun dan kemampuannya dalam sterilisasi area, baik luar maupun dalam, sangat andal,” ujar Briptu Popy Simanjuntak, handler atau pawang setia Doben.
Si Manja yang Ramah pada Semua Orang
Meskipun dilatih keras untuk mendeteksi bahan peledak, Doben memiliki kepribadian yang sangat bersahabat (friendly). Karakter jenis Belgian Malinois yang satu ini memang tergolong unik karena tidak menunjukkan sifat agresif kepada warga sipil.
Di sela-sela tugasnya yang kaku, Doben seringkali menunjukkan sisi menggemaskannya. Ia suka bermanja-manja dan terus menempel pada Briptu Popy. Karakternya yang hangat membuat siapapun yang melihatnya merasa tenang, meskipun ia tengah menjalankan tugas serius.
“Kebiasaan Doben itu dia suka bermanja-manja dan nempel terus ke saya. Dia ramah ke semua orang, dia suka (berinteraksi),” tambah Briptu Popy.
Sterilisasi Gereja Katedral Jakarta
Pada momen Natal 2025 ini, Doben bertugas menyisir setiap sudut Gereja Katedral Jakarta. Mulai dari barisan kursi jemaat di dalam gereja hingga setiap celah di area luar bangunan.
Ketelitian Doben menjadi jaminan rasa aman bagi ribuan jemaat yang melaksanakan ibadah Misa. Kehadiran Doben dan Briptu Popy Simanjuntak membuktikan bahwa dalam setiap sistem keamanan yang canggih, selalu ada ikatan emosional (bond) yang kuat antara manusia dan hewan yang bekerja demi kedamaian dan keselamatan bersama.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar