Mengenal Mortir 81 Tamera yang Membuat Warga Purwodadi Heboh, Ini Spesifikasi dan Fungsinya

Mengenal Mortir 81 Tamera yang Membuat Warga Purwodadi Heboh, Ini Spesifikasi dan Fungsinya

Penemuan Amunisi Mortir Aktif di Persawahan Purwodadi, Grobogan

Pada hari Kamis (1/1/2026), warga di Kelurahan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mendadak mengalami kejadian yang mengejutkan. Saat sedang melakukan aktivitas pertanian di lingkungan Gempol Payung, seorang penyewa lahan bernama Darmo menemukan benda logam yang tidak biasa. Benda tersebut tertanam cukup dalam di area persawahan dan memiliki bentuk yang tidak lazim.

Darmo awalnya tidak menyadari bahwa benda tersebut berpotensi berbahaya. Namun, setelah merasa bahwa benda tersebut terasa berat dan berbeda dari material pertanian biasa, ia mulai merasa khawatir. Ia langsung melaporkan temuannya kepada pemilik lahan, Sabar, yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada warga lainnya, Nanang. Akhirnya, laporan tersebut sampai juga kepada aparat setempat.

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Purwodadi segera melakukan pengecekan di lokasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benda logam tersebut bukanlah besi biasa, melainkan amunisi aktif. Kapolres Grobogan, AKBP Ike Yulianto, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa laporan awal diterima dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Purwodadi, Bripka Fery Choirul Anwar, S.H., dan langsung diteruskan ke jajaran pimpinan.

Selain itu, Babinsa dari Koramil setempat juga mengambil langkah koordinatif untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur. Aparat gabungan kemudian mengamankan lokasi guna mencegah potensi bahaya bagi warga sekitar.

“Secara sinergi TNI-Polri mengamankan lokasi penemuan amunisi jenis mortir dengan memasang garis polisi di lokasi. Kami sebelumnya imbau warga tidak terlalu dekat dengan lokasi, untuk menghindari bahaya ledakan,” jelas AKBP Ike.

Spesifikasi Mortir 81 Tamera

Dari hasil identifikasi, amunisi tersebut diketahui merupakan mortir jenis 81 Tamera. Proses evakuasi selanjutnya dilakukan dengan sangat hati-hati, melibatkan unsur terkait dan mengikuti standar pengamanan bahan peledak, demi memastikan keselamatan masyarakat sekitar.

Mortir 81 Tamera (sering juga disebut Mortir 81 Tampella) merujuk pada jenis amunisi atau sistem senjata mortir kaliber 81 mm yang digunakan di lingkungan militer, termasuk di Indonesia. Berikut adalah rincian utama mengenai senjata ini:

  • Identitas dan Produksi: Nama "Tamera" atau "Tampella" sering dikaitkan dengan desain amunisi atau sistem mortir asal Finlandia (Tampella), yang lisensinya atau desain dasarnya banyak digunakan secara global. Di Indonesia, senjata jenis ini umumnya direferensikan dalam latihan militer atau penemuan alutsista lama.
  • Karakteristik Senjata: Berdasarkan spesifikasi umum mortir 81 mm yang digunakan TNI (seperti tipe Mo-3 buatan PT Pindad), karakteristiknya meliputi:
  • Bobot: Sekitar 42 kg hingga 49 kg.
  • Jangkauan Tembak: Jarak tembak maksimal bisa mencapai sekitar 5,7 km hingga 6,5 km tergantung jenis amunisi yang digunakan.
  • Fungsi: Sebagai senjata lintas lengkung untuk memberikan bantuan tembakan tidak langsung bagi unit infanteri.

Proses Evakuasi yang Dilakukan

Evakuasi amunisi mortir jenis 81 Tamera dilakukan secara hati-hati sesuai prosedur keamanan. Tim yang terlibat dalam proses ini memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan. Hal ini penting untuk menghindari risiko ledakan yang bisa membahayakan warga sekitar maupun petugas yang terlibat dalam penanganan.


Gambar ilustrasi dari amunisi mortir yang ditemukan di area persawahan.

Kesimpulan

Penemuan amunisi mortir aktif di persawahan Purwodadi menjadi peringatan penting tentang keberadaan bahan peledak yang masih tersimpan di berbagai tempat. Kejadian ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan kesadaran masyarakat terhadap benda-benda yang tidak biasa. Selain itu, kolaborasi antara TNI dan Polri dalam menangani situasi darurat seperti ini sangat penting untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat.


Gambar ilustrasi dari proses evakuasi amunisi oleh tim ahli.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan