
Candi Bojongemas, Situs Bersejarah yang Terlupakan
Candi Bojongemas, sebuah situs bersejarah yang terletak di Kabupaten Bandung, kini tampak sangat memprihatinkan. Tanaman semak belukar telah menyelimuti area candi, menjalar ke seluruh bagian situs. Kondisi ini membuat candi terlihat seperti ditinggal bertahun-tahun tanpa perawatan.
Situs bersejarah ini berada di Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk. Meskipun lokasinya strategis, saat ini tidak banyak wisatawan yang menyadari keberadaannya. Bahkan pada momen libur Natal dan Tahun Baru (nataru), yang seharusnya menjadi waktu tinggi bagi pariwisata, objek wisata ini justru terabaikan.
Candi Bojongemas kini hanya tersisa sebagai kenangan. Bangunan candi tidak lagi menyerupai bentuk aslinya. Yang terlihat hanyalah tumpukan batu yang menyatu. Dari kejauhan, tumpukan batu tersebut bahkan lebih mirip dengan "batu nisan" daripada situs cagar budaya. Hal ini menambah kesan ironis atas kondisi situs bersejarah di Kabupaten Bandung.
Lokasi candi yang berada di pinggir Sungai Citarum juga memberikan kesan tidak layak sebagai destinasi wisata. Penataan area yang sangat tidak memadai semakin memperparah kondisi situs. Di sekitar area candi pun terdapat beton perumahan yang gagah berdiri tanpa menghiraukan adanya situs cagar budaya di sana. Beton-beton tersebut bahkan menghalangi cahaya yang masuk ke area situs.
Selain itu, kondisi papan informasi atau pelang nama Candi Bojongemas juga memprihatinkan. Pelangnya terlihat berkarat, tulisannya pudar, bahkan hampir tidak dapat terbaca dengan jelas. Hal ini membuat pengunjung sulit mendapatkan informasi tentang situs bersejarah tersebut.
Heman (53), warga sekitar, mengatakan bahwa Candi Bojongemas sudah lama tidak terurus. Menurutnya, candi tersebut awalnya berada di tengah Sungai Citarum. Pada masa air surut, candi tersebut ketemu dan digali menggunakan beko. Awalnya hanya terlihat batu atas saja, namun setelah digali ternyata batuannya banyak.
Heman tidak mengetahui secara pasti tahun pemindahan candi tersebut. Menurutnya, orang yang paling mengetahui sejarah candi itu kini telah meninggal dunia. Ia mengungkapkan bahwa dulu ada sosok bernama Pak Adam yang bertanggung jawab mengurus candi. Saat masih ada, semua koordinasi dilakukan bersama Pak Adam, baik dari pemerintah maupun komunitas serta masyarakat.
Mengenai bentuk asli Candi Bojongemas, Heman menjelaskan bahwa dulunya situs bersejarah ini berupa kolam ikan. Di tengah bangunan candi terdapat kolam ikan dengan jenis paray. Airnya cukup besar meskipun musim kemarau, sehingga bisa disebut sebagai sumber air.
Di area Candi Bojongemas, terdapat batuan dengan berbagai bentuk, seperti lisung dan halu. Sebagian dari batuan tersebut telah dipindahkan ke museum. Sementara itu, yang tersisa adalah bagian-bagian yang masih ada di lokasi. Batuan ini juga membantu dalam pekerjaan Heman.
Di tengah tingginya kunjungan wisatawan saat libur nataru, Heman berharap pemerintah dapat kembali memberi perhatian terhadap Candi Bojongemas agar situs bersejarah itu tidak semakin rusak. Ia merasa sayang karena kondisinya seperti ini, tanpa ada yang mengurus atau setidaknya memperhatikan. Ia berharap pemerintah dapat mengurus kembali situs tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar