
Posisi Pelatih Timnas Indonesia Masih Kosong
Pada saat ini, posisi pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia masih kosong sejak Oktober 2025 setelah kontrak Patrick Kluivert diakhiri. Meski demikian, PSSI memutuskan untuk tidak menunjuk caretaker dalam menghadapi situasi yang ada. Hal ini disampaikan oleh anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, dalam sebuah podcast BEBAS di YouTube pada Rabu (10/12/2025).
Alasan Utama PSSI Tidak Menunjuk Caretaker
Berikut adalah tiga alasan utama yang membuat PSSI memutuskan untuk tidak menunjuk caretaker:
1. Tidak Ada Agenda FIFA Matchday
PSSI menilai bahwa posisi pelatih tidak mendesak karena tidak ada pertandingan yang harus dijalani oleh Timnas Indonesia. Sebab, Garuda tidak akan turun dalam FIFA Matchday November 2025. Oleh karena itu, jabatan pelatih sementara dianggap tidak diperlukan.
Untuk apa caretaker? Nggak perlu, masih lama juga, ujar Arya Sinulingga.
2. Risiko Kekalahan Jika Bertanding Tanpa Pelatih Tetap
Arya menyebutkan bahwa PSSI sudah mempertimbangkan risiko jika Indonesia memaksakan diri bermain tanpa pelatih tetap. Tanpa pelatih yang tetap, performa tim tidak bisa dijamin. Ia menjelaskan bahwa dengan pelatih yang tidak tetap, kemungkinan besar tim akan kalah.
Kalau kita ngotot main, bisa kalah kita. Dengan pelatih yang tidak tetap belum tentu kita bisa menang, jelasnya.
Karena itu, PSSI menyimpulkan bahwa lebih aman untuk tidak bermain daripada mengambil risiko merosotnya poin FIFA.
3. Pemain Tersebar di Luar Negeri, Sulit Dikumpulkan
Mayoritas pemain Timnas sedang berkompetisi di luar negeri, sehingga persiapan tim tidak memungkinkan dilakukan dalam waktu singkat. Arya mengatakan bahwa semua pemain berada di luar negeri dan sulit untuk dikumpulkan.
Pemain kita semuanya di luar. Mengumpulkan mereka juga nggak mungkin, kata Arya.
Dengan kondisi tersebut, PSSI menilai penunjukan caretaker tidak akan memberikan dampak signifikan.
Persiapan Tim yang Tidak Mungkin Dilakukan
Kondisi pemain yang tersebar di luar negeri membuat persiapan tim menjadi sangat sulit. Hal ini memperkuat keputusan PSSI untuk tidak menunjuk caretaker. Dengan tidak adanya agenda FIFA Matchday, PSSI dapat fokus pada persiapan jangka panjang tanpa tekanan dari kompetisi internasional.
Kesimpulan
Keputusan PSSI untuk tidak menunjuk caretaker merupakan langkah strategis yang diambil berdasarkan situasi saat ini. Dengan tidak ada pertandingan FIFA Matchday, risiko kekalahan, dan pemain yang terlalu tersebar, PSSI memilih untuk menghindari risiko yang tidak perlu. Dengan begitu, Timnas Indonesia dapat fokus pada persiapan jangka panjang agar siap menghadapi kompetisi di masa depan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar