
Pemantauan Stok dan Harga Pangan di Jawa Barat
Menjelang pergantian tahun, Perum Bulog Jawa Barat memastikan stok beras dalam kondisi aman dan harga sejumlah komoditas pangan masih terkendali di pasar tradisional. Kepastian tersebut disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat, Nurman Susilo, usai melakukan pemantauan langsung ke beberapa pasar. Pemantauan dilakukan bersama Dinas Perdagangan, DKPP, BPS, Satgas Pangan, serta unsur TNI.
Dari hasil pengecekan, mayoritas harga komoditas tercatat stabil. Hanya cabai yang mengalami kenaikan di beberapa titik. Nurman menyatakan bahwa harga relatif stabil, pasokan pun stabil. Hanya satu dua komoditas yang naik, terutama cabai. Sementara beras, telur, dan daging masih stabil.
Stok Beras Tertinggi, Aman Hingga Pertengahan 2026
Bulog Jawa Barat saat ini mencatat stok beras mencapai 525 ribu ton, jumlah terbesar sepanjang sejarah operasi di wilayah tersebut. Menurut Nurman, stok aman hingga Juni–Juli 2026. Februari nanti pengadaan kembali berjalan. Sepanjang tahun ini, Bulog Jabar telah merealisasikan pengadaan 550 ribu ton atau 102 persen dari target. Tahun depan, target pengadaan ditingkatkan menjadi 800 ribu ton dengan dukungan TNI untuk memperkuat penyerapan gabah.
Sebagai langkah antisipasi, Bulog juga menyiapkan tambahan kapasitas gudang hingga 200 ribu ton, termasuk pembangunan enam gudang baru di kawasan Pantura: Cirebon, Karawang, dan Indramayu. Sementara wilayah Priangan Timur hingga Bogor–Sukabumi–Cianjur masih menggunakan gudang sewa.
Harga dan Pasokan Diprediksi Stabil Dua Pekan ke Depan
Menurut Nurman, faktor cuaca tetap menjadi variabel utama dalam distribusi pangan. Namun untuk jangka pendek, pasokan masih terkendali. Dengan kondisi cuaca saat ini, paling tidak dua minggu ke depan harga dan pasokan masih stabil. Bulog akan terus memantau sumber pasokan, masa tanam, hingga distribusinya.
Mulai Januari, Bulog juga akan menyalurkan minyak goreng penugasan sebagai langkah pengendalian harga menjelang Ramadan.
Bulog Imbau Masyarakat Tidak Perlu Panic Buying
Nurman meminta masyarakat tetap tenang dan tidak ikut terpengaruh isu kelangkaan. Ia menegaskan bahwa harga stabil, pasokan stabil. Bulog rutin turun ke pasar bersama dinas dan Satgas Pangan.
DKPP: Jawa Barat Masih Surplus Pangan Strategis
Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, menyebut neraca pangan untuk 12 komoditas strategis masih mencatat surplus, termasuk beras, telur, serta sejumlah komoditas hortikultura. Ketersediaan masih lebih besar dibanding kebutuhan. Fluktuasi harga lebih dipengaruhi besar–kecilnya surplus. Selama surplus terjaga, harga relatif stabil.
Kenaikan signifikan masih terjadi pada cabai rawit merah dan cabai hijau, terutama pasokan dari Garut, namun distribusi dipastikan tetap berjalan. Untuk komoditas telur, Jawa Barat bahkan masih menyuplai ke daerah lain, meski pemerintah mulai mendorong penguatan produksi di luar Jawa agar pasokan lebih seimbang.
Langkah Antisipasi Menjelang Ramadan dan Lebaran
Pemprov Jabar bersama Bulog menyiapkan langkah-langkah berikut:
- pemantauan masa tanam dan panen di sentra produksi
- penguatan distribusi antarwilayah
- operasi pasar bila diperlukan
- optimalisasi gudang Pantura
- suplai minyak goreng penugasan
Seluruh kebijakan diarahkan agar harga tetap terkendali dan masyarakat terhindar dari panic buying. Linda berharap harga tetap terkendali dan tidak naik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar