
JAKARTA, nurulamin.pro– Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa merespons keluhan mahalnya harga tiket pesawat rute Jakarta–Aceh. Keluhan tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Isu harga tiket mencuat dalam rapat antara DPR dan pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). Dalam forum tersebut, Budi menyoroti tingginya biaya perjalanan udara menuju Aceh.
“Kami lagi cek ke Kemenkes yang dikeluhkan,” kata Lukman singkat kepada nurulamin.pro, Senin (12/1/2026).
Lukman belum menjelaskan apakah tarif tiket Jakarta–Aceh telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penjelasan terkait batas atas harga tiket juga belum disampaikan.
Sebelumnya, Budi menyebut mahalnya tiket memaksa relawan Kementerian Kesehatan menempuh rute tidak langsung.
Sejumlah relawan memilih transit ke Malaysia sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh untuk membantu korban banjir dan longsor.
“Karena kita, yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia, karena murah tuh kirim lewat Malaysia. Tiketnya bisa Rp 2 juta, Rp 3 juta,” ujar Budi.
Situasi tersebut mendorong Budi meminta dukungan agar relawan memperoleh harga tiket khusus.
Beban biaya dinilai semakin berat karena relawan membawa banyak perlengkapan dan logistik tambahan.
“Jadi itu permintaan pertama kita, kalau bisa kita harganya jangan terlalu jauh dengan yang lewat Malaysia. Pak Gubernur pasti merasakan, orang-orang Aceh pasti tahu. Bahwa memang muter itu, dan lebih murahnya jauh,” tegas Budi.
Hingga berita ini diturunkan, Lukman belum memberikan tanggapan lanjutan terkait permintaan harga khusus bagi relawan.
Kejelasan langkah pemerintah untuk merespons keluhan tarif penerbangan ke Aceh juga belum disampaikan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar