Peran Keluarga dalam Membangun Negara yang Kuat
Pada hari Sabtu (3/1), sejumlah tokoh penting menghadiri Seminar Natal Nasional di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta. Para peserta seminar ini antara lain Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa seminar ini bukan sekadar diskusi biasa. Tujuannya adalah untuk membangun dialog yang bermakna tentang bagaimana keluarga Indonesia dapat tetap kuat, saling mendukung, dan menjadi tempat pertama di mana nilai kasih dan harapan tumbuh.
Menurutnya, campur tangan Tuhan adalah kunci dalam setiap dinamika rumah tangga. Ia menyampaikan bahwa tema Natal Nasional 2025 kali ini, "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga", mengandung makna mendalam. Dalam setiap persoalan keluarga, ia percaya bahwa Allah hadir untuk menyelamatkan.
Menteri Agama: Negara Kuat Berawal dari Keluarga
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memberikan paparan yang tajam mengenai kondisi sosial saat ini. Ia menyoroti tingginya angka perceraian yang berdampak langsung pada masa depan generasi muda.
"Negara yang ideal tidak mungkin tercapai jika terdiri dari keluarga yang rusak," ujarnya. Menurut Menag, keluarga merupakan pondasi kekuatan bangsa dan negara.
Ia juga memaparkan fakta miris bahwa 90% anak-anak yang terjerat narkoba berasal dari keluarga yang tidak utuh atau broken home. Jika keluarga rusak, maka ketahanan negara pun dipertaruhkan.
Pentingnya Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak
Senada dengan hal tersebut, Wamen Diktisaintek Stella Christie menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara orang tua dan anak. Solusinya bisa dimulai dari meja makan yang bebas dari gadget.
"Refleksi saya sederhana, ayolah makan bersama dan berbicara waktu makan bersama anak-anak," ujarnya.
Aksi Nyata: Bantuan Pendidikan hingga Ambulans
Tidak hanya seminar, Panitia Natal Nasional 2025 juga menunjukkan aksi solidaritas lintas agama yang luar biasa. Berbagai bantuan telah disiapkan untuk masyarakat, antara lain:
- Beasiswa Pendidikan: Rp10 Miliar untuk 10 wilayah (Papua hingga Nias). Dana ini dikumpulkan oleh saudara-saudara umat Muslim.
- Sembako: 20.000 paket bantuan dari umat Buddha untuk masyarakat yang membutuhkan.
- Kesehatan: 35 unit ambulans dari Astra dan 1.000 kursi roda.
- Infrastruktur & Rumah Ibadah: Renovasi 100 gereja senilai Rp10 Miliar dari James Riady dan pembangunan jembatan gantung di Papua Pegunungan.
Rangkaian Kegiatan yang Meriah
Rangkaian kegiatan yang telah menyambangi Bandung, Medan, Manado, hingga Merauke ini akan mencapai puncaknya pada perayaan Natal Nasional, 5 Januari 2026, di Tennis Indoor Senayan. Acara ini akan ditutup secara resmi pada 29 Januari 2026 di Universitas Pelita Harapan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar