jabar.nurulamin.pro , KOTA BANDUNG - Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pemerintah kini memprioritaskan pemulihan infrastruktur di wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatra.
AHY baru saja kembali dari rangkaian kunjungan lapangan selama dua hari di sejumlah titik bencana, mulai dari Aceh Tengah, wilayah-wilayah di Sumut, hingga Aceh Tamiang yang disebutnya sebagai salah satu daerah dengan kerusakan terparah.
"Kami kemarin jalan darat dari Medan hampir empat jam menuju Aceh Tamiang. Masih banyak keterbatasan akses dan ini terjadi di tiga provinsi. Banyak jalan putus dan jembatan yang hancur," kata AHY ditemui saat meninjau Flyover Nurtanio Bandung, dikutip Sabtu (13/12/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat mobilitas bantuan kemanusiaan terhambat. Meskipun berbagai jenis bantuan sudah siap didistribusikan, akses yang terputus menghambat pengiriman logistik ke lokasi terdampak.
"Oleh karena itu, fokus utama kami sekarang adalah memperbaiki jalan yang putus. Kalau bisa segera disambung kembali walaupun secara temporer. Tidak bisa menunggu pembangunan permanen yang membutuhkan waktu berbulan-bulan," jelasnya.
AHY menuturkan, pemerintah telah mengerahkan alat berat ke sejumlah titik longsor dan ruas yang terputus. Selain itu, pembangunan jembatan perintis diupayakan di beberapa kawasan untuk memperlancar akses logistik dan evaluasi.
"Langkah cepat yang kami lakukan adalah menggelar alat berat sebanyak-banyaknya. menjangkau titik longsor untuk dibersihkan. Kami juga berupaya membangun jembatan perintis karena itu sangat dibutuhkan," tegasnya.
Dia memastikan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pemulihan jaringan transportasi di wilayah terdampak.
"Bantuan siap, tapi kalau jalan masih terputus, tetap sulit. Karena itu diperbaikan akses menjadi prioritas utama," pungkasnya.
(mcr27/jpnn)
Prioritas Utama: Memperbaiki Akses Jalan
Pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana menjadi fokus utama pemerintah. Dalam kunjungan lapangan yang dilakukannya, Menteri Agus Harimurti Yudhoyono menyaksikan langsung kondisi jalan dan jembatan yang rusak parah. Hal ini menjadi kendala besar dalam distribusi bantuan kemanusiaan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.
Kondisi Jalan yang Rusak
Selama dua hari kunjungan, AHY menyaksikan banyak jalan yang putus dan jembatan yang hancur. Kondisi ini terjadi di tiga provinsi, yaitu Aceh Tengah, Sumatera Utara, dan Aceh Tamiang. Jalan-jalan yang terputus menghambat mobilitas logistik dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Upaya Pemerintah dalam Pemulihan
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah mengerahkan alat berat ke berbagai titik longsor dan ruas jalan yang terputus. Tujuannya adalah untuk membersihkan area yang terkena dampak bencana dan memperbaiki akses jalan agar dapat digunakan kembali.
Selain itu, pemerintah juga sedang membangun jembatan perintis di beberapa kawasan. Jembatan-jembatan ini akan membantu memperlancar akses logistik dan evaluasi kondisi daerah terdampak.
Peran Kementerian Pekerjaan Umum
Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum menjadi penting dalam mempercepat pemulihan jaringan transportasi. Dengan kerja sama yang baik, pemerintah berharap dapat segera memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
Langkah Cepat dan Efektif
AHY menekankan bahwa langkah-langkah yang dilakukan harus cepat dan efektif. Meski pembangunan permanen membutuhkan waktu lama, pemerintah berusaha melakukan perbaikan sementara agar akses jalan dapat segera pulih.
Kesimpulan
Pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana merupakan prioritas utama pemerintah. Dengan upaya memperbaiki jalan dan jembatan, serta membangun jembatan perintis, pemerintah berharap dapat mempercepat distribusi bantuan dan memulihkan kondisi daerah yang terkena dampak bencana. Kolaborasi antara berbagai lembaga dan instansi juga menjadi kunci keberhasilan dalam proses pemulihan ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar