Penjelasan Menteri ESDM Mengenai Rasio Elektrifikasi Aceh
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan penjelasan terkait polemik rasio elektrifikasi Aceh yang disebut belum mencapai 93 persen saat kunjungan Presiden Terpilih Prabowo Subianto beberapa hari lalu.
Bahlil menegaskan bahwa informasi mengenai target 93 persen elektrifikasi bukanlah klaim sembarangan, melainkan laporan resmi dari PT PLN (Persero) yang disampaikan dalam rapat terbatas sebelum kunjungan Prabowo.
Yang pertama, kami dapat memahami perasaan dari saudara-saudara kami yang masih dalam bencana. Sesungguhnya malam itu, ada rapat terbatas di mana ratas itu sebelumnya saya melakukan rapat dengan PLN dengan Pertamina, ujar Bahlil, seperti dikutip Jumat (12/12).
Ia menjelaskan bahwa sebagai Menteri ESDM, dirinya meminta laporan langsung dari Pertamina dan PLN terkait perkembangan pemulihan energi. Dalam laporan tersebut, PLN menyebut rasio elektrifikasi diperkirakan akan mencapai 93 persen pada Minggu (7/12) malam atau paling lambat Senin (8/12).
Dan waktu itu PLN melaporkan kepada saya bahwa rasio elektrifikasi itu nanti di tanggal 7 hari Minggu malam, hari Senin paling lambat itu sudah mencapai 93 persen, jelasnya.
Bahlil menambahkan, laporan teknis tersebut kemudian dibahas dalam tim penanganan bencana sebelum akhirnya ia melaporkannya kepada Presiden. PLN juga menyampaikan hal yang sama dalam forum resmi tersebut.
Atas dasar laporan, karena mereka yang kuasai teknis. Teman-teman PLN yang menguasai teknis atas laporan itu kemudian dirapatkan dalam tim bencana, kemudian saya melaporkan kepada Bapak Presiden dan itu juga dilaporkan oleh PLN. Kira-kira itu ceritanya, jelasnya.
Kendala Teknis di Lapangan
Menurut Bahlil, keterlambatan pemulihan listrik bukan karena kesalahan personal, melainkan adanya kendala teknis di lapangan, terutama pada sistem penyaluran dari gardu induk. Kendati demikian, Bahlil meminta untuk tidak menyalahkan siapa-siapa terkait persoalan ini.
Tapi tidak usah kita menyalahkan siapa-siapa karena sesungguhnya kalau tidak ada kendala di bagian retifikasi di gardu induk yang dari Bireun ke Banda Aceh, tukasnya.
Pemulihan Listrik Aceh
Bahlil menekankan bahwa proses pemulihan listrik Aceh sedang berlangsung secara maksimal. Ia menyatakan bahwa pihak PLN telah bekerja keras untuk mempercepat pemulihan infrastruktur energi pasca-bencana.
Selain itu, Bahlil juga menyoroti pentingnya koordinasi antara berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat, dalam upaya mempercepat pemulihan energi.
- Koordinasi yang baik antara PLN dan Pertamina menjadi kunci utama dalam memastikan pasokan listrik kembali stabil.
- Tim penanganan bencana juga aktif dalam memantau perkembangan dan memberikan masukan teknis.
- Masyarakat diminta tetap sabar dan percaya pada upaya pemerintah serta perusahaan terkait.
Tindakan Lanjutan
Bahlil menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan rasio elektrifikasi Aceh. Ia menegaskan bahwa target 93 persen akan tercapai dalam waktu dekat.
Kita akan terus memantau dan memastikan bahwa semua pihak bekerja secara optimal agar listrik bisa segera pulih sepenuhnya, tambahnya.
Dengan komunikasi yang transparan dan kerja sama yang baik, Bahlil yakin bahwa pemulihan energi Aceh akan segera terwujud.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar