Kebutuhan Mendesak untuk Rumah Sakit dan Puskesmas Pasca-Bencana di Pulau Sumatra
Setelah bencana banjir yang melanda Pulau Sumatra, kebutuhan dasar seperti kasur hingga air bersih menjadi prioritas utama bagi rumah sakit (RS) dan puskesmas. Bencana ini menimpa sebanyak 87 rumah sakit dan 867 puskesmas, dengan 180 puskesmas terendam air.
Kasur dan Perangkat Pendukung
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa kasur merupakan kebutuhan mendesak bagi rumah sakit yang terdampak. Ia mengatakan, "Nomor satu, saya butuh bantuan kasur. Kasur. Karena masing-masing rumah sakit, ini rumah sakit besar."
Pihaknya memperkirakan kebutuhan sekitar 1.000-1.500 matras untuk rumah sakit yang terkena dampak. Selain itu, meja dan kursi juga diperlukan agar layanan kesehatan dapat berjalan normal kembali. Setiap rumah sakit membutuhkan sekitar 200–300 unit kursi dan meja.

Perangkat Komputer yang Rusak
Selain peralatan fisik, perangkat komputer juga menjadi kebutuhan mendesak. Menkes menjelaskan bahwa perangkat elektronik seperti komputer tidak bisa diperbaiki dengan mudah. "Kalau mobil masih bisa diservis, komputer tidak bisa. Karena ini elektronik, semuanya rusak," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap rumah sakit besar membutuhkan sekitar 100 sampai 150 buah perangkat komputer. Dengan demikian, total kebutuhan mencapai sekitar 1.000 sampai 1.500 komputer agar rumah sakit dapat beroperasi seperti biasa.
Bantuan Alat Kesehatan dan Air Bersih
Menkes juga menegaskan bahwa alat kesehatan modern dan canggih sudah menjadi tanggung jawab Kementerian Kesehatan. Namun, ia mengajak pihak lain untuk membantu dengan alat-alat yang lebih sederhana, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Air bersih menjadi kebutuhan mutlak bagi puskesmas yang terdampak. Dari 180 puskesmas yang terendam, hanya sekitar 80 yang telah mendapatkan bantuan air bersih. Bantuan tersebut terdiri dari 50 dari sektor swasta dan 30 dari pemerintah. Masih ada sekitar 100–130 puskesmas yang belum memiliki akses air bersih.
Upaya Pemulihan dan Bantuan Relawan
Menkes mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam upaya pemulihan pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan gerakan bersama agar proses pemulihan berjalan cepat.
Untuk memastikan layanan kesehatan berjalan, pihaknya telah mengerahkan sekitar 3.200 relawan kesehatan, termasuk 500 tenaga dari Kemenkes. Relawan ini didukung oleh sektor swasta, organisasi profesi, serta TNI.
Kondisi Pengungsian
Hingga saat ini, sekitar 300 ribu jiwa masih tinggal di lebih dari 1.000 titik pengungsian. Di antaranya, terdapat 76 desa terpencil dengan akses yang sangat terbatas. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar