
Kunjungan Menteri KKP ke Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja (kunker) ke berbagai daerah di Pulau Jawa, termasuk Bantul. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah tersebut. Selain Bantul, kunker ini juga meliputi Tuban, Purworejo, Cirebon, dan Pati.
Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem nelayan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan. Dengan pembangunan sarana dan prasarana yang memadai, serta pengembangan kelembagaan, pemerintah ingin memastikan bahwa nelayan dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing.
Pembangunan KNMP Poncosari
Di Bantul, Menteri KKP mengunjungi KNMP Poncosari. Di sini, dia bertemu dengan 134 nelayan dari Kalurahan Poncosari. Menurut Trenggono, pembangunan KNMP di wilayah tersebut akan segera selesai. Proyek ini dilakukan di lahan seluas 9.000 meter persegi dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), docking kapal, shelter perbaikan jaring, balai nelayan, cold storage, slurry ice, gudang penyimpanan, hingga kios kuliner.
“Kita targetkan di Januari ini harus sudah bisa selesai. Lalu ini akan jadi model, sama seperti yang kita bangun 18 bulan lalu di Biak. Di sana hasilnya cukup bagus ya, kemudian produktivitasnya meningkat sampai 121%,” ujar Trenggono dalam kunjungannya di Poncosari.
Penguatan Ekosistem Nelayan
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan bahwa penguatan ekosistem nelayan menjadi fokus utama dalam pengembangan kampung nelayan terpadu. Adanya ekosistem ini memungkinkan berbagai kebutuhan nelayan terpenuhi dalam satu kawasan.
“Kampung nelayan ini mengintegrasikan segala kebutuhan nelayan. Maka ekosistem nelayan ini bisa lebih bergerak karena ada fasilitas yang memadai,” ucap Bupati Halim yang hadir dalam acara tersebut.
Harapan besar diarahkan agar jumlah nelayan di kawasan pesisir Bantul terus bertambah bersama dukungan fasilitas yang telah lengkap. Dengan potensi sumber daya laut di Samudera Hindia yang masih sangat besar, Bantul diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Harapan Para Nelayan
Saat ini, pendapatan sekali melaut berkisar Rp125.000 per orang. Besaran ini sudah termasuk setelah dikurangi biaya bahan bakar dan sewa perahu. Harapannya, pendapatan para nelayan dapat meningkat pasca terbentuknya KNMP.
Ponijo, Ketua Kelompok Nelayan Pantai Kuwaru, menyampaikan harapan para nelayan terhadap keberadaan KNMP. “Yang paling diinginkan nelayan yaitu yang pertama hasil dari semua tangkapan nelayan yang ada di sini itu bisa ter-cover semua atau bisa diperlancar, dipermudah dari segi produksinya kemudian cara penyimpanannya, karena sudah ada pabrik es yang ada di sini.”
Sarmidi, ketua pada Kelompok Nelayan Pantai Baru, menilai bahwa fasilitas yang tersedia di KNMP sangat membantu aktivitas para nelayan. “Ini sangat membantu karena dapat bantuan jaring, kapal, mesin. Di sini juga fasilitasnya lengkap, kalau butuh keperluan nelayan, misalnya es juga ada. Kalau dulu esnya harus ambil di Depok. Harapannya semoga bisa membantu nelayan di sini, mensejahterakan masyarakat sini, harga ikan bisa naik.”
Penyerahan Kartu KUSUKA
Dalam kegiatan kunker tersebut, Menteri KKP juga menyerahkan secara simbolis Kartu KUSUKA. Kartu ini menjadi identitas tunggal resmi dari KKP bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan laut. Tujuannya adalah mempermudah akses layanan dan program pemerintah bagi para nelayan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar