Menteri Pariwisata: Kebijakan WFA Tingkatkan Perjalanan Wisata Saat Nataru

Menteri Pariwisata: Kebijakan WFA Tingkatkan Perjalanan Wisata Saat Nataru

Kebijakan WFA Dukung Peningkatan Wisata dan Ekonomi

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang dijalankan melalui kampanye Work From Mall (WFM) akan berdampak positif terhadap pergerakan wisatawan selama momen libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Ia menyatakan bahwa kebijakan ini menjadi solusi strategis untuk menggabungkan suasana liburan dengan produktivitas kerja.

“Kami mendukung penuh kebijakan WFA. Langkah ini merupakan solusi strategis untuk mengombinasikan suasana libur Natal dan Tahun Baru dengan tetap menjaga produktivitas kerja secara profesional,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pada kesempatan itu, Widiyanti juga menjelaskan bahwa kampanye WFM sejalan dengan program “BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia”. Program ini menawarkan berbagai diskon menarik untuk meningkatkan minat masyarakat dalam berbelanja.

Program BINA Indonesia Great Sale 2025 berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dalam rangkaian acara ini, terlibat sekitar 80 ribu gerai, 800 merek, dan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di 24 provinsi. Diskon yang ditawarkan mencapai 20–80 persen. Selain itu, bagi wisatawan mancanegara disediakan fasilitas pengembalian pajak (tax refund) sebesar 11 persen.

“Sinergi antara produktivitas kerja dan momentum belanja nasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi pariwisata dan perdagangan,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan belanja masyarakat. Selain WFA, pemerintah bersama industri juga menghadirkan program seperti Harbolnas dan Every Purchase is Cheap (EPIC).

“Akhir tahun ini kita targetkan sekitar Rp110 triliun dapat dibelanjakan,” ujar Airlangga.

Ia berharap program-program ini semakin meningkatkan daya tarik bagi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Terlebih, wisata belanja menjadi salah satu atraksi utama ketika wisatawan datang ke Indonesia. Beberapa negara penyumbang wisatawan terbesar seperti Malaysia, banyak yang berbelanja di factory outlet.

“Wisata belanja seperti inilah yang akan terus kita dorong sehingga quality tourism juga meningkat,” tambahnya.

Berbagai Inisiatif Pendukung WFA

Selain kebijakan WFA, beberapa inisiatif lain juga dilakukan untuk memastikan layanan publik tetap berjalan baik selama masa libur. Pramono, misalnya, memastikan bahwa layanan publik tetap berjalan saat WFA berlangsung pada 29-31 Desember.

Namun, tidak semua sektor bisa menerapkan kebijakan WFA. Pengusaha mengingatkan bahwa kebijakan ini tidak bisa diterapkan untuk semua sektor. Mereka berharap agar kebijakan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan.

Sementara itu, Menaker mengimbau pekerja swasta untuk menerapkan WFA pada 29-31 Desember 2025. Hal ini bertujuan untuk menjaga produktivitas kerja sekaligus memberikan kesempatan bagi para pekerja untuk merayakan libur akhir tahun.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan