
Peran Industri Hijau dalam Meningkatkan Daya Saing Nasional
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menilai bahwa penerapan industri hijau dan ekonomi sirkular menjadi agenda strategis yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing industri nasional di masa depan. Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi, mengurangi ketergantungan pada impor, serta menciptakan lapangan kerja hijau.
Menurutnya, ekonomi sirkular merupakan bagian dari Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). Dengan pendekatan ini, industri dapat mengurangi emisi dan limbah sekaligus meningkatkan nilai tambah, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan lebih banyak peluang kerja berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa inilah arah pembangunan industri masa depan melalui SBIN," ujar Agus dalam keterangan pers yang disampaikan di Jakarta pada Jumat (12/12/2025).
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memastikan komitmennya untuk terus mempercepat transformasi industri nasional menuju pengelolaan yang lebih berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan. Hal ini dilakukan melalui berbagai kebijakan dan program yang dirancang untuk mendukung pengembangan industri hijau.
Penguatan Praktik Industri Hijau
Sejalan dengan arahan Menperin, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, menjelaskan bahwa praktik industri hijau perlu diperkuat melalui optimalisasi layanan teknis yang dimiliki unit-unit pelayanan teknis (UPT) di bawah BSKJI. Salah satu implementasinya adalah penerapan konsep 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Repair) dalam pengelolaan limbah industri.
Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berprinsip sirkular ekonomi menjadi langkah penting untuk memastikan industri dapat mengelola limbah secara aman, efisien, dan berkelanjutan, jelas Emmy.
Ia juga menambahkan bahwa UPT di lingkungan BSKJI diharapkan terus memperkuat kapasitas layanan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi industri hijau nasional.
Proyek IPAL Domestik sebagai Contoh Nyata
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan serah terima pekerjaan Kerja Sama Konsultasi dan Pendampingan Pembuatan IPAL Domestik di PT Saprotan Utama Nusantara Plant Kalitengah, yang dilaksanakan pada 11 Desember 2025. Program ini dikembangkan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) Semarang.
Plt. Kepala BBSPJPPI, Apit Pria Nugraha, menjelaskan bahwa pembangunan IPAL domestik tersebut merupakan bukti peran BBSPJPPI dalam mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular di industri.
IPAL ramah lingkungan ini diharapkan menjadi contoh bagi industri lainnya dalam upaya menjaga keberlanjutan dan efisiensi sumber daya. Kami berkomitmen memberikan jasa layanan terbaik yang inovatif dan profesional untuk seluruh industri, katanya.
Kolaborasi dan Kontribusi Nyata
Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan berita acara serah terima pekerjaan. Kerja sama dengan PT Saprotan Utama Nusantara merupakan kolaborasi ketiga setelah dua proyek serupa berhasil diterapkan di plant lainnya.
Kami membangun desain, mendampingi operasional, hingga melakukan pengujian untuk memastikan hasil pengolahan memenuhi standar. Air hasil olahan memenuhi sekitar 30 persen dari total kebutuhan air untuk proses produksi. Ini adalah kontribusi nyata penerapan industri hijau, imbuhnya.
Dengan adanya proyek-proyek seperti ini, diharapkan industri nasional dapat terus berkembang secara berkelanjutan, tidak hanya dalam hal ekonomi tetapi juga dalam menjaga lingkungan dan sumber daya alam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar