Menteri Pertanian Umumkan Bantuan Peternakan untuk Korban Bencana Sumatera

Pemulihan Pasca-Bencana Sumatera: Bantuan Peternakan dan Pertanian untuk Warga Terdampak

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengumumkan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan peternakan kepada para peternak yang usahanya rusak akibat bencana yang terjadi di Sumatera pada akhir November 2025 lalu. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan keberlanjutan bagi masyarakat setempat yang terkena dampak bencana.

"Pada pemulihan pascabencana, salah satu program yang ada adalah Ayam Merah Putih. Negara kita mampu, anggaran ada. Jadi rakyat yang terdampak, kedaruratannya dibereskan," ujar Sudaryono saat berbicara di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian akan melakukan identifikasi terhadap seluruh jenis ternak yang terdampak bencana, termasuk ayam, sapi, dan kambing. Tujuannya adalah memastikan bahwa bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi lapangan, serta mencegah kerugian lebih besar pada wilayah yang terkena dampak bencana.

Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya masih dalam proses pendataan di lapangan. Penyaluran bantuan akan dilakukan setelah tahap penanganan kedaruratan selesai dilaksanakan secara menyeluruh.

Fase Kedaruratan Masih Menjadi Fokus Utama

Saat ini, penanganan bencana masih difokuskan pada fase kedaruratan. Ia menyebut masyarakat terdampak masih membutuhkan bantuan kemanusiaan sebagai dasar menuju proses pemulihan pascabencana.

"Kalau sekarang ini kan masih kedaruratan jadi orang masih butuh bantuan (kedaruratan seperti logistik dan lainnya)," ucapnya.

Sudaryono memastikan ketersediaan anggaran yang memadai untuk membiayai penanganan kedaruratan hingga pemulihan. Dengan demikian, masyarakat terdampak tidak dibiarkan menghadapi bencana sendirian, tetapi didampingi negara secara bertahap.

Bantuan Pertanian Juga Dijalankan

Selain bantuan peternakan, pemerintah juga akan membantu memulihkan sektor pertanian dengan memperbaiki sawah yang rusak dan mencetak sawah baru bagi petani terdampak bencana.

Menurut data Kementerian Pertanian, sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak bencana Sumatera, dengan sekitar 11 ribu hektare di antaranya mengalami puso akibat kerusakan berat.

Pemulihan sawah warga yang terdampak bencana akan dilakukan bertahap seiring proses pembersihan serta rehabilitasi wilayah tersebut.

Pendataan Lahan Pertanian Dimulai Tahun Ini

Sudaryono mengungkap bahwa pendataan rinci terhadap kondisi lahan pertanian yang rusak akan dilakukan mulai awal Januari 2026.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk pemulihan kehidupan warga terdampak bencana Sumatera. "Yang sawahnya hancur kita cetakan sawah. Jadi negara komit untuk itu. Termasuk rumah yang hancur, itu kemudian juga akan dibangunkan rumah," ujarnya.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berkomitmen untuk mendukung pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat yang terkena dampak bencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan