Kegiatan Religius di Lapas Sukamiskin Tutup Tahun 2025
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin menutup akhir tahun 2025 dengan berbagai kegiatan religius yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral para warga binaan. Kegiatan tersebut berupa Istighotsah, Dzikir, Doa, dan Shalawat bersama yang digelar pada Rabu malam (31-12-2025) di Masjid Al-Mushlih Lapas Sukamiskin. Acara ini dihadiri oleh jajaran petugas serta sekitar 200 warga binaan.
Fajar, salah satu perwakilan dari pihak Lapas, menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan mental dan moral bagi para tahanan.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan pembinaan rohani yang berkelanjutan. Harapannya, saat bebas nanti mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan hingga selesai. Tidak terdengar hiruk-pikuk pergantian tahun seperti biasanya terjadi di luar lapas. Sebaliknya, suasana di dalam Masjid Al-Mushlih dipenuhi dengan lantunan doa dan shalawat yang menggema.
Dengan kegiatan ini, Lapas Sukamiskin menunjukkan pendekatan humanis dan religius dalam sistem pemasyarakatan. Hal ini juga menegaskan bahwa pembinaan spiritual menjadi fondasi penting dalam membangun harapan baru di tahun 2026.
Pendekatan Humanis dalam Sistem Pemasyarakatan
Lapas Sukamiskin terus berupaya untuk memberikan pendekatan yang lebih manusiawi kepada para warga binaan. Salah satu bentuk pendekatan ini adalah melalui kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan. Dengan adanya kegiatan seperti Istighotsah dan Dzikir, para tahanan diberikan kesempatan untuk merenungkan diri dan memperbaiki sikap serta perilaku mereka.
Beberapa manfaat dari kegiatan ini antara lain:
- Meningkatkan kesadaran spiritual dan keimanan
- Membantu mencegah konflik atau perbuatan negatif di dalam lingkungan lapas
- Memberikan rasa tenang dan ketenangan bagi para warga binaan
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara petugas dan warga binaan. Hal ini membantu membangun hubungan yang lebih harmonis dan saling memahami.
Keberlanjutan Pembinaan Spiritual
Pembinaan spiritual tidak hanya dilakukan secara sporadis, tetapi juga direncanakan secara berkala agar dapat memberikan dampak yang signifikan. Dalam beberapa bulan terakhir, Lapas Sukamiskin telah melakukan berbagai kegiatan serupa, termasuk pengajian mingguan dan khotbah yang disampaikan oleh tokoh agama setempat.
Tujuan utama dari pembinaan spiritual ini adalah untuk memastikan bahwa para warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan demikian, ketika mereka keluar dari lapas, mereka akan siap untuk kembali ke masyarakat dengan cara yang lebih positif.
Peran Komunitas dalam Mendukung Pembinaan Spiritual
Tidak hanya pihak lapas yang terlibat dalam pembinaan spiritual, tetapi juga komunitas sekitar. Beberapa organisasi keagamaan dan lembaga sosial sering kali turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang digelar di Lapas Sukamiskin. Mereka memberikan dukungan berupa materi, sumber daya, dan juga kehadiran langsung dalam acara-acara tersebut.
Dukungan ini sangat penting karena membantu memperluas jangkauan dan efektivitas dari program pembinaan spiritual. Dengan adanya kolaborasi antara pihak lapas dan masyarakat, diharapkan bisa tercipta lingkungan yang lebih baik dan lebih harmonis.
Kesimpulan
Kegiatan religius yang dilakukan oleh Lapas Sukamiskin pada akhir tahun 2025 menunjukkan komitmen pihak lapas dalam memberikan pendekatan yang lebih humanis dan religius. Dengan pembinaan spiritual yang berkelanjutan, diharapkan para warga binaan dapat menjadi individu yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar