Meski Naik, Pendakian Lawu via Karanganyar Tidak Sepenuhnya Ramai, Ini Alasannya

Meski Naik, Pendakian Lawu via Karanganyar Tidak Sepenuhnya Ramai, Ini Alasannya

Peningkatan Jumlah Pendaki Gunung Lawu Jelang Tahun Baru 2025

Jumlah pendaki Gunung Lawu mengalami peningkatan yang signifikan menjelang malam pergantian tahun. Hal ini terlihat khususnya sejak tanggal 27 Desember 2025, yang menandai awal dari masa liburan Natal dan Tahun Baru.

Relawan yang bertugas di jalur Ceto menyebutkan bahwa kondisi tahun ini belum sepenuhnya seramai momen serupa pada tahun lalu. Salah satu faktor yang memengaruhi hal ini adalah cuaca yang tidak bersahabat, khususnya hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Meskipun demikian, tren peningkatan jumlah pendaki tetap terlihat.

Disparpora Kabupaten Karanganyar mencatat bahwa ratusan pendaki akan melakukan pendakian melalui jalur Ceto selama liburan Nataru. Meski begitu, lonjakan pendaki di lapangan dinilai masih cenderung landai dibandingkan tahun sebelumnya.

Eko Supardi Memora, relawan pendakian Gunung Lawu via Ceto, menyampaikan bahwa jumlah pendaki hingga H-3 Tahun Baru 2025 belum menunjukkan kepadatan seperti tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa biasanya, pada akhir pekan, jumlah pendaki mencapai sekitar 200 orang, namun tahun lalu lebih ramai dengan jumlah penuh.

“Tahun ini landai, biasanya, pada Sabtu-Minggu ada sekitar 200 pendaki, namun tahun lalu lebih ramai full,” ujar Eko.

Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah pendaki biasanya mulai terlihat sejak H-5 Tahun Baru, seiring kebiasaan masyarakat mendaki Gunung Lawu pada malam pergantian tahun. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya terjadi tahun ini.

“Momen ramainya pendaki biasanya dimulai H-5, namun tahun ini tidak, karena kondisi kemarin hujan,” tambah dia.

Meskipun jumlah pendaki belum sepadat tahun lalu, pihak relawan tetap bersiaga untuk mengantisipasi potensi lonjakan menjelang malam tahun baru. “Meskipun begitu, relawan sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pendaki,” ujar Eko.

Perbedaan Data antara Relawan dan Dinas Pariwisata

Di sisi lain, Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar, Hari Purnomo, menyebutkan bahwa secara umum jumlah pendaki Gunung Lawu pada momen Nataru tahun ini justru lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa pada Nataru 2024, lonjakan pendaki baru terasa pada 30–31 Desember. Namun, tahun ini peningkatan signifikan sudah terjadi sejak 27 Desember 2025.

“Jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun lalu, jumlah pendaki tahun ini terlihat lebih tinggi, pada periode yang sama akhir Desember tahun lalu,” kata Hari.

Hari mencatat bahwa jalur Candi Ceto mencapai puncak kunjungan harian sebanyak 233 pendaki pada 27 Desember 2025 dan 211 pendaki pada 28 Desember 2025. Sementara jalur Cemoro Kandang mencatat 104 pendaki pada 29 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pengelola jalur pendakian, aparat keamanan, dan relawan terus diperkuat guna menjaga keselamatan pendaki. “Kalau melihat polanya, kemungkinan puncak pendaki pada malam tahun baru tahun ini bisa melampaui capaian tahun lalu. Karena itu kami meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam pengawasan dan keselamatan pendaki,” ungkap dia.

Persiapan untuk Menghadapi Lonjakan Pendaki

Dengan adanya peningkatan jumlah pendaki, berbagai pihak terkait terus memperkuat persiapan untuk menghadapi potensi lonjakan yang bisa terjadi menjelang malam pergantian tahun. Koordinasi antara pihak pengelola jalur, aparat keamanan, dan relawan menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan para pendaki.

Selain itu, peningkatan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui penguatan pengawasan di jalur-jalur pendakian, khususnya di area yang sering dikunjungi oleh para pendaki. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kecelakaan atau gangguan lain yang bisa terjadi akibat keramaian.

Peningkatan jumlah pendaki Gunung Lawu menjelang Tahun Baru 2025 menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap aktivitas alam dan petualangan. Meski cuaca dan kondisi tertentu dapat memengaruhi tingkat keramaian, berbagai pihak terus berupaya untuk memastikan perjalanan para pendaki berjalan lancar dan aman.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan