Mimpi Terwujud, Air Bersih Mengalir di Desa Kubu Bali, Bupati Minta Dijaga

Mimpi Terwujud, Air Bersih Mengalir di Desa Kubu Bali, Bupati Minta Dijaga

Pengadaan Air Bersih di Desa Kubu, Kabupaten Karangasem

Di akhir tahun 2023, masyarakat Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali akhirnya bisa merasakan kebahagiaan yang lama dinantikan. Air bersih kini mengalir secara langsung ke wilayah tersebut, yang selama ini dikenal memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dasar seperti air bersih.

Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Dengan kesadaran tersebut, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu) berupaya keras untuk memberikan harapan baru bagi masyarakat Kubu.

Upaya tersebut diwujudkan melalui optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Telaga Waja. Jaringan perpipaan yang dibangun memiliki panjang lebih dari 70 kilometer dan menghadapi kondisi topografi yang ekstrem. Melalui kerja sama lintas sektor serta dukungan dari berbagai pihak, berbagai kendala teknis yang selama ini menghambat dapat diatasi.

Hasilnya, air bersih kini telah mengalir ke empat dusun di Desa Kubu, yaitu Dusun Sambillaklak, Juntal Kelod, Juntal Kaje, dan Dusun Poh Tebel. Bagi warga setempat, ini merupakan pengalaman pertama menikmati aliran air bersih secara langsung setelah puluhan tahun menanti.

“Sudah lama masyarakat menantikan air bersih. Selama ini hanya bisa memanfaatkan air hujan, di akhir tahun ini, kita bersyukur mimpi itu akhirnya terwujud,” ungkap Bupati Gus Par.

Perbaikan Rumah Pintar Muntigunung

Komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam penyediaan air bersih juga terlihat dari penanganan Rumah Pintar Muntigunung. Fasilitas ini selama hampir 15 tahun tidak dapat dimanfaatkan secara optimal karena pompa air dalam kondisi rusak.

Awalnya, diperkirakan kebutuhan perbaikan mencapai sekitar Rp70 juta. Namun, melalui program CSR PDAM, bantuan yang bisa dicairkan hanya sebesar Rp15 juta. Setelah dilakukan pengecekan lebih mendalam, ternyata kebutuhan riil untuk perbaikan mencapai hampir Rp300 juta.

Berkat dukungan dan kolaborasi lintas sektor, perbaikan akhirnya dapat direalisasikan. Saat ini, sumur bor di Rumah Pintar kini berhasil mengeluarkan air bersih.

Pembangunan Jaringan Perpipaan

Tahap selanjutnya, pemerintah daerah akan fokus pada pembangunan jaringan perpipaan agar air bersih tersebut dapat dialirkan langsung ke rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Sebagai langkah strategis berkelanjutan, Bupati Gus Par menegaskan bahwa Pemkab Karangasem menyiapkan alokasi dana APBD sebesar Rp1 miliar per desa, khusus untuk mendukung penyediaan air bersih hingga ke wilayah pelosok.

Selain itu, Pemkab Karangasem juga menyiapkan solusi jangka menengah dengan memanfaatkan sumber air dari danau di wilayah Kintamani, Bangli. Dukungan CSR Bank BPD Bali untuk program ini telah disetujui dan direncanakan mulai dimanfaatkan pada awal tahun 2026 untuk menarik air dari kawasan danau menuju wilayah Kubu.

Program tersebut akan dikerjasamakan dengan PDAM untuk pembangunan jaringan perpipaan. Skema ini dinilai paling efisien karena menggunakan sistem gravitasi, sehingga wilayah di bagian bawah dapat menerima aliran air tanpa memerlukan pompa dan biaya listrik yang tinggi.

Dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, pemerintah bahkan berpotensi menghadirkan hingga tiga sumber air baru dari kawasan Danau Kintamani.

Pentingnya Kebersamaan dalam Perawatan Infrastruktur

Di akhir penyampaiannya, Bupati Gus Par mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari kepala desa hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun.

“Apa yang sudah kita bangun bersama mohon dijaga. Awasi jaringan pipa agar tidak bocor atau disambung tanpa pemberitahuan, karena itu berdampak pada biaya operasional dan listrik,” pesannya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan