Misi Kemanusiaan Selesai, Relawan Abdya Pergi dengan Kenangan Indah

Misi Kemanusiaan Selesai, Relawan Abdya Pergi dengan Kenangan Indah

Suasana Haru Saat Tim Relawan Abdya Kembali ke Kampung Halaman

Pelepasan Tim Relawan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang akan kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan misi kemanusiaan di Aceh Utara berlangsung dengan suasana haru. Acara ini digelar pada Kamis, 11 Desember 2025, dan dihadiri oleh banyak pihak yang terkesan oleh dedikasi dan semangat para relawan.

Direktur Utama (Dirut) RSUD dr. Muchtar Hasbi Aceh Utara, dr. Adnani, tidak kuasa menahan air mata saat melepas rombongan relawan. Matanya berkaca-kaca, suaranya pun terdengar tercekat ketika menyampaikan salam perpisahan. Bagi dr. Adnani, kehadiran relawan Abdya bukan sekadar bantuan fisik, melainkan suntikan semangat moral yang luar biasa.

Ia mengaku sangat tersentuh melihat perjuangan para tenaga kesehatan (Nakes) dan relawan yang rela menempuh perjalanan jauh serta medan berat demi membantu warga Aceh Utara yang terdampak banjir bandang. Selama bertugas, para relawan menginap di rumah sakit yang dipimpin dr. Adnani. Kebersamaan singkat ini ternyata melahirkan ikatan emosional yang kuat.

"Setelah ini, kami berharap komunikasi dan silaturahmi kita tidak terputus. Anggap kami ini keluarga. Jabatan ini sementara, tapi keluarga ini selamanya," ucap dr. Adnani penuh haru. Ia pun berpesan agar persaudaraan ini terus terjalin di mana pun mereka bertemu kelak. Tak lupa, ia menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan fasilitas rumah sakit yang belum pulih 100 persen pascabencana.

"Titip salam hormat kami kepada Bapak Pj Bupati Abdya, Safaruddin, yang sudah mengirimkan relawan dan Nakes ke Aceh Utara. Terima kasih juga kepada seluruh warga Abdya," tambahnya.

Ketua Tim Tenaga Kesehatan Abdya, dr. Nadiatul Aidila (akrab disapa dr. Ayi), turut mengapresiasi dukungan penuh dari pihak RSUD dr. Muchtar Hasbi. "Di tengah kondisi bencana, kami melihat Bapak Dirut berjibaku siang-malam di rumah sakit, namun tetap memfasilitasi Tim Relawan Pemkab Abdya dengan sangat baik," ujar dr. Ayi. Ia pun mendoakan agar Aceh Utara segera bangkit dan pulih kembali.

Selama tiga hari menjalankan misi di Aceh Utara, Tim Nakes Abdya bergerak cepat dengan membuka layanan pengobatan gratis di tiga lokasi terdampak parah, yaitu Desa Bintang Hu, Desa Matang Pupanji AB, dan Desa Trieng Pantang. Selain layanan medis, Tim Relawan Pemkab Abdya juga membawa solusi teknologi berupa perangkat internet satelit Starlink.

Perangkat yang dititipkan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) kepada jurnalis dalam rombongan relawan ini sempat diaktifkan di RSUD untuk mempermudah komunikasi pasien dan tim medis yang sempat terputus. Di sela-sela pengobatan gratis, tim relawan juga menyempatkan diri menggelar kegiatan trauma healing untuk menghibur dan memulihkan psikologis anak-anak korban banjir di Desa Trieng Pantang.

Berbagai Bentuk Bantuan yang Diberikan

  • Layanan Pengobatan Gratis: Tim Nakes Abdya membuka layanan pengobatan gratis di tiga desa yang terdampak banjir bandang.
  • Teknologi Pendukung: Perangkat internet satelit Starlink disediakan untuk mempercepat komunikasi antara pasien dan tim medis.
  • Trauma Healing: Kegiatan untuk memulihkan psikologis anak-anak korban banjir dilaksanakan di Desa Trieng Pantang.
  • Dukungan Moral: Para relawan memberikan semangat moral yang besar bagi warga Aceh Utara yang sedang menghadapi bencana.

Kesimpulan

Pelepasan Tim Relawan Pemkab Abdya di Aceh Utara menjadi momen yang penuh makna. Tidak hanya memberikan bantuan medis, para relawan juga memberikan dukungan moral yang sangat berharga. Mereka meninggalkan jejak kebaikan yang akan dikenang oleh warga Aceh Utara.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan