
Kenangan Kampus Jokowi dari Teman Seangkatan
Dari masa lalu, beberapa cerita tentang Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, kembali muncul. Isu dugaan ijazah palsu yang terus beredar membuat banyak orang mencari informasi lebih dalam tentang perjalanan pendidikan Jokowi di bangku kuliah.
Salah satu tokoh yang ikut mengungkap kenangan masa lalu adalah Andi Pramaria, seorang alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1980. Saat ini, ia tinggal di Nusa Tenggara Barat dan memiliki kenangan spesifik tentang Jokowi saat mereka masih menjadi mahasiswa.
Andi mengatakan bahwa ia mengenal Jokowi sejak awal masuk kuliah hingga prosesi wisuda. “Kami satu angkatan, masuk dan lulus bersama,” ujarnya dalam wawancara televisi yang sempat viral pada April 2025 lalu.
Menurut Andi, angkatan 1980 Fakultas Kehutanan UGM terdiri dari 88 mahasiswa. Mayoritas dari mereka adalah laki-laki, hanya delapan di antaranya perempuan. Pada semester awal, seluruh mahasiswa mengikuti sistem paket. Mereka duduk di kelas yang sama dan menempuh mata kuliah yang seragam tanpa adanya sekat minat atau spesialisasi.
Baru setelah itu, jalur akademik mulai bercabang. Mahasiswa diberi kesempatan untuk memilih mata kuliah sesuai ketertarikan mereka. Dari sinilah, kata Andi, arah Jokowi mulai terlihat berbeda. Ia memilih mata kuliah yang berkaitan dengan teknologi kayu—struktur, sifat, dan pengolahannya. Sementara Andi sendiri menekuni perbenihan.
“Bukan jurusan dalam arti formal, tapi peminatan. Itu yang nanti jadi dasar skripsi,” ujar Andi. Menurutnya, perbedaan fokus tersebut wajar dan lazim di Fakultas Kehutanan saat itu.
Pada tahun 1985, Andi dan Jokowi sama-sama diwisuda. Foto-foto lama kembali beredar belakangan ini. Di beberapa di antaranya, Jokowi tampak berkacamata—detail kecil yang kini justru ikut diseret dalam pusaran polemik.
Soal kacamata itulah Andi menyimpan satu kenangan personal. Beberapa tahun lalu, ketika Jokowi masih menjabat presiden, Andi diundang ke Istana Negara. Dalam pertemuan itu, ia memberanikan diri bertanya langsung.
“Saya bilang, Pak Presiden, dulu pakai kacamata, sekarang kok tidak,” kata Andi menirukan pertanyaannya.
Jawaban Jokowi, menurut Andi, sederhana dan tanpa penjelasan medis. Jokowi mengaku tak tahu persis apa yang terjadi pada matanya. Ia hanya merasakan bahwa penglihatannya kini jelas meski tanpa kacamata. “Katanya, membaca juga sudah jelas,” ujar Andi.
Cerita tentang kacamata ini mungkin terdengar sepele. Namun di tengah tudingan yang menyasar riwayat pendidikan Jokowi, detail-detail kecil justru menjadi alat tafsir publik. Ingatan para kawan lama, seperti Andi, kini ikut dipanggil—bukan hanya untuk mengonfirmasi dokumen, tetapi untuk menegaskan bahwa Jokowi pernah ada di ruang kelas yang sama, menjalani hari-hari kuliah seperti mahasiswa lain.
Kenangan Bersama di Bangku Kuliah
Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari cerita Andi adalah bagaimana masa kuliah Jokowi berjalan seperti teman-teman seangkatannya. Dari sistem pembelajaran yang sama hingga pilihan mata kuliah yang berbeda, semua menunjukkan bahwa Jokowi bukanlah sosok yang sangat berbeda dari rekan-rekannya.
- Dalam sistem paket, seluruh mahasiswa mengikuti mata kuliah yang sama.
- Setelah itu, mereka diberi kebebasan untuk memilih mata kuliah sesuai minat.
- Jokowi memilih mata kuliah teknologi kayu, sedangkan Andi memilih perbenihan.
- Semua ini menunjukkan bahwa Jokowi menjalani pendidikan secara normal seperti mahasiswa lainnya.
Perbedaan Peminatan dalam Studi
Perbedaan peminatan antara Jokowi dan Andi bisa menjadi contoh bagaimana setiap mahasiswa memiliki jalur studi yang berbeda-beda. Hal ini tidak jarang terjadi di Fakultas Kehutanan UGM pada masa itu.
- Jokowi memilih bidang teknologi kayu.
- Andi memilih perbenihan sebagai peminatannya.
- Meskipun berbeda, keduanya tetap menjalani proses akademik yang sama.
- Ini menunjukkan bahwa Jokowi tidak memiliki keistimewaan yang luar biasa dalam hal pendidikan.
Peran Teman Seangkatan dalam Membuktikan Kehadiran Jokowi
Teman seangkatan seperti Andi memiliki peran penting dalam memverifikasi kehadiran Jokowi di bangku kuliah. Cerita-cerita mereka bisa menjadi bukti bahwa Jokowi benar-benar menghabiskan masa studinya di UGM.
- Mereka mengenal Jokowi sejak awal masuk kuliah.
- Mereka lulus bersama di tahun 1985.
- Foto-foto lama yang beredar bisa menjadi bukti tambahan.
- Bahkan, detail kecil seperti kacamata bisa menjadi alat tafsir publik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar