
Misteri Kematian Keluarga di Kontrakan Jakarta Utara Masih Membuat Banyak Pertanyaan
Peristiwa tragis yang menimpa satu keluarga di Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih menjadi misteri. Tiga anggota keluarga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara satu lagi mengalami luka parah dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian mereka belum bisa dipastikan.
Kejadian tersebut terungkap setelah terdengar teriakan histeris dari dalam kontrakan sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat (2/1/2026). Teriakan tersebut berasal dari anak kedua korban yang baru pulang bekerja dan menemukan ibu serta dua saudaranya dalam keadaan tak bernyawa. Kejadian ini membuat warga sekitar kaget dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Salah satu warga setempat, Aryuni Wulan Febri (51), mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah kontrakan tersebut. Awalnya ia mengira terjadi pertengkaran. Namun, setelah mendatangi lokasi, ia menemukan tiga jenazah dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara itu, satu anak lainnya ditemukan dalam keadaan kritis dan segera dibawa ke rumah sakit.
Dugaan Keracunan atau Bunuh Diri?
Polisi menduga bahwa ketiga korban meninggal akibat keracunan. Hal ini diperkuat dengan kondisi jasad yang ditemukan kaku dan mulut berbusa. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar membenarkan temuan tersebut, namun menegaskan bahwa penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik.
“Mulut berbusa memang ada, juga ditemukan ruam merah pada tubuh korban. Tapi penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” ujar Onkoseno.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol Prima Heru menyampaikan bahwa proses autopsi telah selesai, namun belum cukup untuk memastikan penyebab kematian. “Hasil otopsi sudah ada, tetapi kami masih menunggu hasil uji toksikologi,” kata Prima Heru.
Uji toksikologi dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya zat kimia berbahaya seperti racun, obat-obatan, atau pestisida dalam tubuh korban. Kuasa hukum keluarga korban, Azam Khan, mengatakan pihak keluarga masih menunggu hasil resmi penyelidikan untuk memastikan apakah kematian tersebut akibat keracunan atau unsur lain, termasuk kemungkinan bunuh diri.
“Kalau memang keracunan, kami akan telusuri asal makanan atau minuman yang dikonsumsi korban,” ujar Azam.
Barang Bukti Jadi Kunci Penyelidikan
Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sisa botol minuman dan bungkus makanan dari dalam rumah kontrakan. Seluruh barang bukti tersebut kini diperiksa oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk anggota keluarga korban. Salah satunya adalah anak korban yang selamat dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi kesehatannya.
Hingga kini, polisi menyatakan belum menetapkan pihak yang dicurigai dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan penyebab meninggalnya tiga anggota keluarga tersebut. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Utara menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan menunggu hasil pemeriksaan toksikologi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
"Sejauh ini belum bisa dipastikan penyebabnya," tutur Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (4/1/2026).
Onkoseno menjelaskan, hasil toksikologi menjadi kunci untuk mengungkap penyebab kematian para korban. Namun, hingga saat ini, polisi belum mendapatkan kepastian waktu keluarnya hasil pemeriksaan tersebut.
"Iya (masih menunggu hasil toksikologi), itu belum tahu kapan keluar dan bisa diungkap," sambung dia.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan medis, polisi terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi. Sejauh ini, sekitar 10 orang saksi telah dimintai keterangan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar