Misteri terpecahkan, polisi akhirnya tangkap terduga pembunuh anak petinggi PKS di Cilegon

Misteri terpecahkan, polisi akhirnya tangkap terduga pembunuh anak petinggi PKS di Cilegon
Ringkasan Berita:
  • Polisi menangkap pria yang diduga terlibat kasus tewasnya anak petinggi PKS di Cilegon, Banten.
  • Penangkapan terekam video KompasTV, pelaku diborgol dan dikawal polisi saat hujan.
  • Penyidik Polda Banten masih mendalami keterangan untuk mengungkap motif dan kronologi.
  • Penyelidikan sempat terkendala CCTV mati, minim penjagaan, dan hujan lebat di lokasi kejadian
 

nurulamin.pro-- Polisi berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus tewasnya anak seorang petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Cilegon, Banten, pada Jumat (2/1/2026).

Momen penangkapan tersebut terekam dalam tayangan YouTube KompasTV.

Dalam video itu, terduga pelaku terlihat dibawa petugas kepolisian saat hujan turun.

Kedua tangannya diborgol ke belakang, sementara sejumlah polisi mengawalnya di atas kendaraan dinas.

Dilansir dari Kompas.tv, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Dian Setyawan, membenarkan penangkapan tersebut.

 Ia menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami keterangan dari terduga pelaku guna mengungkap rangkaian peristiwa dan motif di balik kasus ini.

Sebelumnya diberitakan, korban berinisial M, anak politikus PKS Maman Suherman, ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Cilegon pada 16 Desember 2025.

 Saat ditemukan, korban mengalami luka akibat benda tajam.

Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama mengungkapkan bahwa proses penyelidikan sempat terkendala sejumlah faktor. Salah satunya, kamera pengawas di lokasi kejadian diketahui tidak aktif sejak 2023.

Selain itu, tidak adanya penjagaan keamanan selama 24 jam serta kondisi hujan lebat sebelum dan sesudah kejadian turut menyulitkan pengumpulan bukti. Polisi bahkan sempat menurunkan unit anjing pelacak untuk membantu penyelidikan di tempat kejadian perkara.

Dugaan motif

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan terhadap M (9), anak Dewan Pakar PKS Cilegon Maman Suherman, sebelumnya menyisakan tanda tanya. 

MAHM ditemukan pertama kali oleh ayahnya dalam kondisi luka parah di kediaman mereka di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, pada Selasa (16/12/2025).

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan hebat.

Kriminolog Haniva Hasna menilai, dari cara pelaku melancarkan aksinya, kejahatan tersebut termasuk dalam kategori victim oriented crime.

Menurutnya, korban kemungkinan bukan sasaran utama, melainkan pihak yang dijadikan pelampiasan emosi pelaku.

“Yang dituju adalah pelampiasan emosi. Pelaku menunjukkan kemarahan yang luar biasa kepada korban sesungguhnya, tetapi melampiaskannya dengan menyakiti korban lain,” ujar Haniva, dikutip dari KompasTV, Senin (29/12/2025).

Haniva menambahkan, tingkat kekerasan yang dialami korban menunjukkan muatan emosi yang sangat kuat.

Hal tersebut mengindikasikan adanya hubungan personal antara pelaku dengan korban atau keluarga korban.

Ia menduga, pelaku sengaja melakukan kekerasan brutal untuk menghancurkan pihak yang menjadi sasaran emosinya dengan cara menyakiti orang yang paling dicintai korban utama. Karena itu, MAHM disebut sebagai korban sekunder dalam peristiwa tragis ini.

Meski demikian, Haniva tidak menutup kemungkinan aksi tersebut dilakukan secara impulsif.

Menurutnya, kekerasan ekstrem kerap dipicu konflik lama atau luka batin yang tidak terselesaikan, sehingga tindakan pelaku belum tentu direncanakan secara matang.

18 Saksi Sudah Diperiksa

Polisi telah memeriksa 18 saksi dalam kasus tewasnya MAHM.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Utama, mengungkapkan ke-18 saksi tersebut juga ada yang merupakan keluarga korban, termasuk ayah MAHM, Maman Suherman.

"Untuk perkembangan sekarang adanya penambahan saksi yang kita periksa. Total saksi yang kita periksa ada 18 orang, baik dari pihak keluarga dan non keluarga," jelas Yoga, Sabtu (27/2/2025), dikutip dari TribunBanten.com.

"Sejauh ini untuk pemeriksaan kami melakukan perluasan, baik siapapun yang terlibat di keluarga, kenalan keluarga korban, baik yang tinggal di rumah tersebut kita juga lakukan pemeriksaan," imbuhnya.

Terpisah, Kapolda Banten, Irjen Hengki, tak banyak bicara mengenai perkembangan kasus tewasnya MAHM.

Ia hanya mengatakan saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan.

Hengki juga menyebut penyelidikan dipimpin langsung oleh Dirkrimum Polda Banten.

"Saya tidak akan sampaikan perkembangan di sini, intinya masih dalam tahap penyelidikan."

"Teknis penyelidikan tidak kami sampaikan di sini ya," katanya, Jumat (26/12/2025), masih dari TribunBanten.com.

"Penyelidikan diketuai langsung oleh Pak Dirkrimum Polda Banten. Masih dalam penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi dan sebagainya, kita sudah mendatangkan Labfor," imbuhnya.

Korban Alami 22 Luka

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Darmawan mengungkapkan hasil pemeriksaan medis menunjukkan MAHM mengalami total 22 luka di tubuhnya.

Luka tersebut terdiri dari 19 luka tusuk akibat senjata tajam dan tiga luka memar akibat benda tumpul.

Akibat luka-luka tersebut, korban mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan kematian.

Hingga kini, polisi masih mencari barang bukti berupa senjata yang digunakan pelaku. (*)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan